Faktor Kunci Pendorong Kenaikan Harga Emas/pexels.com
SERAYUNEWS – Apakah harga emas bisa turun? Awal tahun 2026 dikejutkan dengan lonjakan harga emas yang luar biasa. Berdasarkan data terbaru dari Pegadaian pada Sabtu, 10 Januari 2026, harga emas Antam mengalami kenaikan tajam sebesar Rp26.000 hanya dalam semalam.
Tidak hanya emas batangan, harga emas perhiasan di gerai ternama seperti Semar Nusantara pun telah melampaui angka Rp1 juta untuk kadar 10 karat.
Tren kenaikan yang konsisten ini memicu diskusi hangat di kalangan investor: apa yang sebenarnya menggerakkan pasar logam mulia saat ini, dan apakah kenaikan ini akan bertahan selamanya?
8 Faktor Kunci Pendorong Kenaikan Harga Emas Global & Domestik
Kenaikan harga emas bukan tanpa alasan. Setidaknya ada delapan faktor fundamental yang membuat permintaan emas melonjak tajam:
Aset Safe Haven: Di tengah ketegangan geopolitik dunia, emas dianggap sebagai pelabuhan aman untuk melindungi nilai kekayaan dari ketidakpastian ekonomi.
Fluktuasi Dolar AS: Melemahnya mata uang dolar sering kali membuat harga emas dunia yang dipatok dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor global, sehingga memicu aksi beli masif.
Aksi Borong Bank Sentral: Banyak bank sentral dunia aktif menambah cadangan emas mereka untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang asing.
Investasi Institusional (ETF): Arus modal besar masuk ke instrumen berbasis emas melalui pasar finansial, yang secara otomatis mengerek permintaan.
Kebijakan Suku Bunga: Ketika suku bunga global cenderung rendah, emas menjadi lebih menarik karena biaya peluang (opportunity cost) untuk memegangnya menjadi lebih kecil.
Laju Inflasi: Emas diandalkan sebagai lindung nilai (hedging) terhadap inflasi yang menggerus daya beli mata uang kertas.
Keterbatasan Pasokan: Produksi tambang emas tidak bisa ditingkatkan secara instan, sehingga kelangkaan barang di tengah permintaan tinggi membuat harga melambung.
Permintaan Fisik Asia: Konsumsi emas fisik yang stabil dari pasar besar seperti Tiongkok dan India tetap menopang harga di level tinggi.
Apakah Harga Emas Bisa Turun? Memahami Potensi Koreksi Pasar
Meskipun dalam jangka panjang emas cenderung naik, penting bagi investor untuk memahami bahwa emas bukanlah aset yang bergerak satu arah.
Secara teknis, harga emas bisa mengalami “koreksi” atau penurunan sementara setelah mencapai titik jenuh tertentu.
Faktor-Faktor yang Dapat Menekan Harga Emas ke Level Lebih Rendah
Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa membuat harga emas melandai:
Kenaikan Suku Bunga: Jika bank sentral menaikkan suku bunga secara agresif, investor cenderung beralih ke deposito atau obligasi.
Penguatan Dolar AS: Dolar yang sangat kuat biasanya akan memberikan tekanan negatif pada harga emas.
Optimisme Ekonomi: Jika stabilitas global membaik, fungsi emas sebagai safe haven akan berkurang.
Aksi Ambil Untung (Profit Taking): Saat harga sudah terlalu tinggi, banyak investor besar menjual aset mereka untuk mencairkan keuntungan, yang menyebabkan harga turun sesaat.
Kesimpulan
Secara historis, emas telah terbukti sebagai aset yang mampu mempertahankan nilai dalam jangka panjang.
Meskipun ada potensi penurunan jangka pendek akibat dinamika pasar, fundamental emas di tahun 2026 tetap diprediksi kuat.
Bagi investor pemula, memahami kapan harus masuk dan keluar pasar sangat bergantung pada profil risiko dan tujuan finansial masing-masing.***