
SERAYUNEWS – Puasa Ramadhan merupakan salah satu ibadah wajib bagi umat Islam yang memiliki ketentuan khusus, termasuk mengenai niat sebelum menjalankannya. Dalam ajaran Islam, niat menjadi bagian penting yang menentukan sah atau tidaknya suatu ibadah.
Tanpa niat yang benar, pelaksanaan puasa dapat dianggap tidak memenuhi syarat. Oleh karena itu, memahami waktu, tata cara, serta bacaan niat puasa Ramadhan menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh setiap Muslim menjelang datangnya bulan suci.
Selain itu, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai pelaksanaan niat puasa Ramadhan, khususnya terkait waktu berniat.
Perbedaan tersebut tidak menjadi pertentangan, melainkan bentuk kekayaan khazanah keilmuan dalam Islam yang dapat dijadikan pedoman sesuai keyakinan masing-masing umat.
Pentingnya Niat sebagai Rukun Puasa Ramadhan
Dalam ibadah puasa, niat termasuk salah satu rukun utama yang wajib dilaksanakan. Niat menjadi penegasan dalam hati bahwa seseorang menjalankan ibadah semata-mata karena Allah SWT.
Tanpa niat, ibadah puasa tidak dapat dianggap sah meskipun seseorang menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sepanjang hari.
Secara umum, niat puasa dilakukan dalam hati, tetapi melafalkannya dengan lisan dianjurkan untuk membantu memperkuat niat tersebut. Praktik ini banyak dilakukan umat Muslim sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalankan ibadah.
Waktu Pelaksanaan Niat Puasa Wajib
Dalam puasa wajib seperti Ramadhan, qadha, dan nazar, mayoritas ulama sepakat bahwa niat harus dilakukan sebelum terbit fajar.
Ketentuan ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa puasa seseorang tidak sah apabila tidak berniat sebelum masuk waktu Subuh.
Mazhab Syafi’i, yang banyak dianut masyarakat Indonesia, menekankan bahwa niat puasa Ramadhan perlu dilakukan setiap malam selama bulan Ramadhan.
Pendapat ini didasarkan pada pemahaman bahwa setiap hari puasa merupakan ibadah tersendiri yang membutuhkan niat khusus.
Biasanya, umat Muslim melaksanakan niat setelah salat Tarawih atau ketika makan sahur. Kebiasaan ini dianggap memudahkan agar tidak lupa berniat sebelum waktu fajar tiba.
Apakah Niat Puasa Ramadhan Harus Sebulan Penuh?
Berbeda dengan Mazhab Syafi’i, Mazhab Maliki memberikan kelonggaran dengan memperbolehkan niat puasa dilakukan sekali untuk satu bulan penuh pada malam pertama Ramadhan.
Pendapat ini berlandaskan pada pandangan bahwa puasa Ramadhan merupakan rangkaian ibadah yang saling berkaitan dalam satu kesatuan waktu.
Meskipun demikian, banyak ulama menganjurkan agar umat Islam tetap memperbarui niat setiap malam sebagai bentuk kehati-hatian.
Cara ini dinilai dapat mengantisipasi kemungkinan lupa atau tertidur sebelum sempat berniat.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Harian
Berikut bacaan niat puasa Ramadhan yang biasa dibaca setiap malam:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Puasa Ramadhan untuk Sebulan Penuh
Selain niat harian, terdapat juga bacaan niat puasa Ramadhan untuk satu bulan penuh yang merujuk pada pendapat Mazhab Maliki:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”
Dengan memahami tata cara, waktu, dan bacaan niat puasa Ramadhan, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.
Pengetahuan ini juga membantu umat Muslim dalam mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kesadaran spiritual.***








