
BANYUMAS, SERAYUNEWS – Nama PT Krakatau Posco menjadi perhatian publik setelah muncul kabar mengenai penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai anggota Dewan Komisaris perusahaan tersebut.
Sosok Mufli yang selama ini dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad mendadak menjadi perbincangan di media sosial karena dipercaya mengisi posisi strategis di salah satu perusahaan baja terbesar di Indonesia.
Di tengah ramainya pembahasan mengenai pengangkatan tersebut, banyak masyarakat mulai mempertanyakan status PT Krakatau Posco.
Tidak sedikit yang mengira perusahaan itu merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena menggunakan nama “Krakatau” yang identik dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Lantas, apakah PT Krakatau Posco benar-benar berstatus BUMN? Berikut penjelasan lengkap mengenai kepemilikan perusahaan, sejarah berdirinya, hingga sorotan terkait masuknya Mufli Budi Ananda ke jajaran komisaris.
Pembangunan kawasan industri PT Krakatau Posco dimulai pada tahun 2011 di Kota Cilegon, Banten. Proyek tersebut menjadi salah satu investasi industri terbesar di Indonesia pada sektor baja.
Setelah melewati proses konstruksi selama kurang lebih tiga tahun, fasilitas produksi mulai beroperasi secara komersial pada awal 2014.
Keberadaan perusahaan ini menjadi tonggak penting bagi industri nasional karena menghadirkan pabrik baja terpadu pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Blast Furnace atau tanur tinggi.
Teknologi tersebut memungkinkan proses produksi baja dalam jumlah besar dengan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.
Produk baja yang dihasilkan kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor strategis, mulai dari konstruksi, otomotif, galangan kapal, energi, hingga industri manufaktur.
Pada tahap awal operasional, kapasitas produksi perusahaan mencapai sekitar 3 juta ton baja per tahun dan dirancang dapat ditingkatkan hingga sekitar 6 juta ton per tahun seiring meningkatnya kebutuhan pasar domestik maupun regional.
Meski memiliki keterkaitan dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang merupakan BUMN, PT Krakatau Posco bukanlah perusahaan milik pemerintah sepenuhnya.
Perusahaan ini dimiliki melalui skema kepemilikan bersama antara Krakatau Steel dan POSCO. Dalam kerja sama tersebut, kedua perusahaan memiliki porsi kepemilikan yang seimbang sehingga status PT Krakatau Posco adalah perusahaan patungan, bukan BUMN.
Artinya, perusahaan tetap memiliki hubungan dengan negara melalui kepemilikan saham Krakatau Steel, tetapi pengelolaan dan kepemilikannya juga melibatkan mitra swasta internasional.
Model kerja sama seperti ini cukup umum dilakukan dalam industri berskala besar karena memungkinkan transfer teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan kapasitas produksi.
Perhatian masyarakat terhadap PT Krakatau Posco semakin meningkat setelah nama Mufli Budi Ananda tercantum dalam susunan Dewan Komisaris perusahaan.
Mufli selama ini dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad dan kerap mendampingi berbagai aktivitas sang artis, baik di dunia hiburan, bisnis, maupun ketika Raffi menjalankan tugas sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Masuknya Mufli ke jajaran komisaris memicu beragam tanggapan di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan latar belakang profesionalnya serta relevansinya dengan industri baja yang memiliki karakteristik teknis dan operasional yang kompleks.
Berbagai komentar pun bermunculan di sejumlah platform media sosial. Hingga kini, penunjukan tersebut masih menjadi topik diskusi publik.
Sampai saat ini, PT Krakatau Posco belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan maupun mekanisme pengangkatan Mufli Budi Ananda sebagai anggota Dewan Komisaris.
Begitu pula PT Krakatau Steel maupun pihak terkait lainnya belum menyampaikan penjelasan resmi mengenai proses penunjukan tersebut.
Meski demikian, perhatian publik terhadap status kepemilikan PT Krakatau Posco turut meningkat. Banyak masyarakat kini memahami bahwa perusahaan tersebut bukan merupakan BUMN murni, melainkan hasil kolaborasi antara perusahaan milik negara Indonesia dan perusahaan baja global asal Korea Selatan.***