
SERAYUNEWS – Pemerintah mulai memperkuat sistem pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Langkah strategis ini diwujudkan dengan meluncurkan aplikasi bernama Reviu Menu MBG (Organoleptik).
Aplikasi ini dirancang khusus agar dapat diakses langsung oleh guru yang ditunjuk di sekolah serta kepala posyandu di masing-masing wilayah selaku penanggung jawab kelompok penerima manfaat.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa keterlibatan aktif dari pihak sekolah dan posyandu ini bertujuan agar pengawasan kualitas makanan tidak hanya bertumpu pada penyedia layanan (vendor), melainkan langsung melibatkan para penerima manfaat.
Dengan sistem digital ini, proses evaluasi terhadap kendala distribusi maupun kualitas menu makanan dapat berjalan jauh lebih cepat, transparan, dan terukur.
Melalui aplikasi Reviu Menu MBG (Organoleptik), para penanggung jawab di lapangan dapat langsung memberikan penilaian sesaat setelah paket makanan diterima oleh siswa atau sasaran program lainnya.
Proses penilaian berbasis uji organoleptik dan manajemen distribusi ini meliputi lima indikator utama, yaitu:
Ketepatan Waktu: Memastikan makanan tiba sesuai jadwal agar tidak mengganggu aktivitas belajar atau pelayanan.
Aroma Makanan: Menilai kesegaran makanan berdasarkan bau yang dihasilkan untuk mendeteksi potensi makanan basi.
Rasa Makanan: Memastikan cita rasa menu normal, higienis, dan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak.
Kondisi dan Tampilan Visual: Memeriksa bentuk fisik, kebersihan wadah, serta estetika penyajian makanan.
Variasi Menu: Memantau keberagaman jenis makanan yang disajikan agar kebutuhan gizi seimbang harian tetap terpenuhi.
Jika dalam praktiknya ditemukan menu yang tidak sesuai standar atau terjadi keterlambatan distribusi, laporan yang diinput melalui aplikasi akan langsung masuk ke sistem pusat untuk segera ditindaklanjuti.
Penerapan sistem pengawasan digital ini terbukti memberikan data yang riil dan cepat (real-time).
Berdasarkan data terbaru dari Dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, tercatat ada 1.707 laporan yang masuk dari berbagai wilayah di Indonesia.
Secara umum, mayoritas laporan menunjukkan hasil yang sangat positif terkait kelayakan konsumsi dan ketepatan waktu. Berikut adalah rincian data evaluasi program MBG di lapangan:
| Aspek Penilaian | Hasil Laporan / Persentase Positif | Catatan Evaluasi |
| Kelayakan Konsumsi | 1.705 laporan (99,88%) Layak | Hanya 2 laporan menyatakan tidak memenuhi standar kelayakan. |
| Ketepatan Waktu | 1.672 laporan (97,95%) Tepat/Cepat | Tercatat 35 laporan mengalami keterlambatan pengiriman. |
| Aroma Makanan | 1.702 laporan (99,71%) Sesuai Standar | Aroma menu makanan dinilai dalam kondisi baik dan normal. |
| Tampilan Visual | 1.697 laporan (99,41%) Layak | Kemasan dan kondisi fisik makanan dinilai bersih dan rapi. |
| Rasa Makanan | 1.688 laporan (98,89%) Normal | Rasa makanan dinilai dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat. |
Pemanfaatan aplikasi Reviu Menu MBG (Organoleptik) menjadi babak baru dalam manajemen program nasional demi meningkatkan kepercayaan publik.
Dibandingkan dengan metode pengawasan manual terdahulu, sistem berbasis aplikasi ini memangkas birokrasi pelaporan sehingga potensi masalah di lapangan dapat dideteksi sejak dini (early warning system).
Badan Gizi Nasional menekankan bahwa kolaborasi solid antara pemerintah, pihak sekolah, dan posyandu merupakan kunci utama untuk menjaga mutu distribusi pangan bergizi ini.
Dengan pengawasan berlapis yang terdigitalisasi, kualitas layanan program MBG diharapkan dapat terus terjaga dan berjalan sesuai standar baku yang ditetapkan pemerintah.