SERAYUNEWS – Jakarta kembali diwarnai peristiwa mencekam saat aksi demonstrasi buruh pada Kamis malam (28/8) berujung ricuh. Lantas, apa arti 1312 Forever?
Pasalnya, di tengah kericuhan, seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan tewas setelah dilindas mobil rantis Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Peristiwa ini terekam jelas dalam video amatir yang kemudian viral di media sosial.
Dalam rekaman itu, mobil rantis bertuliskan Brimob terlihat melaju kencang sambil menyalakan sirine untuk membubarkan massa.
Namun, di tengah kepanikan, Affan yang merupakan pengemudi ojol tak sempat menghindar hingga akhirnya tertabrak dan terlindas.
Mobil rantis sempat berhenti sejenak setelah melindas korban, lalu kembali melaju meninggalkan lokasi.
Massa yang menyaksikan kejadian itu pun geram, berusaha mengejar sambil melempari kendaraan taktis tersebut.
Kepolisian segera bertindak dengan mengamankan tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan tersebut.
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim dalam konferensi pers di RSCM Jakarta, Jumat dini hari (29/8), mengumumkan identitas para anggota yang diperiksa, yaitu:
Ketujuh anggota Brimob itu kini menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat.
Polisi masih mendalami peran masing-masing anggota, termasuk siapa yang mengemudikan kendaraan rantis tersebut saat kejadian.
“Perannya sedang kami dalami. Nanti akan ada update lebih lanjut,” jelas Abdul Karim.
Salah satu frasa yang tiba-tiba trending di platform X (dulu Twitter) adalah “1312 forever”.
Ungkapan ini bukan sekadar angka acak, melainkan memiliki makna yang erat kaitannya dengan protes terhadap aparat kepolisian.
“1312” merupakan kode numerik untuk singkatan ACAB (All Cops Are Bastards).
Penjelasannya sederhana: A adalah huruf pertama dalam alfabet (1), C huruf ketiga (3), A kembali huruf pertama (1), dan B huruf kedua (2). Jadi, 1312 sama dengan ACAB.
Sementara kata “forever” berarti “selamanya”. Jika digabungkan, “1312 forever” dapat diartikan sebagai ungkapan yang menyatakan penolakan terhadap polisi untuk selama-lamanya.
Ungkapan ini biasanya digunakan dalam konteks protes sosial, kritik terhadap penyalahgunaan wewenang, atau sebagai bentuk solidaritas terhadap korban tindakan represif aparat.
Slogan ACAB bukan hal baru. Ungkapan ini telah lama digunakan di berbagai negara, terutama di kalangan demonstran dan komunitas perlawanan.
Misalnya, pada gerakan protes di Amerika Serikat setelah kasus George Floyd tahun 2020, tulisan ACAB banyak muncul di spanduk, mural, maupun media sosial.
Di Indonesia, ungkapan ini kerap muncul kembali setiap kali terjadi peristiwa yang menimbulkan kontroversi antara aparat dan masyarakat.
Tidak heran, usai insiden Affan, warganet ramai-ramai mengekspresikan kemarahan dengan menuliskan “1312 forever” di media sosial, khususnya X.***