
SERAYUNEWS – Sholat Idul Fitri merupakan salah satu ibadah sunnah muakkad yang dilaksanakan umat Islam pada tanggal 1 Syawal setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Ibadah ini memiliki keistimewaan tersendiri karena dilaksanakan secara berjamaah di lapangan atau masjid dan menjadi simbol kemenangan serta kebersamaan umat Islam.
Berbeda dengan sholat wajib pada umumnya, pelaksanaan sholat Idul Fitri tidak diawali dengan adzan maupun iqamah.
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Jabir bin Samurah, yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan sholat Id tanpa adanya panggilan adzan dan iqamah.
Sebagai pengganti, terdapat peran bilal atau petugas yang menyerukan tanda dimulainya sholat dengan bacaan khusus.
Bacaan ini bertujuan untuk mengumpulkan jamaah sekaligus memberi isyarat bahwa sholat akan segera dimulai.
Bilal biasanya mengumandangkan takbir sebagai tanda akan dimulainya sholat Id.
Arab:
اللهُ أَكْبَرْ (٦)
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
اللَّهُ أَكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Latin:
Allahu akbar (6x)
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allahu akbar wa lillaahil hamdu
Artinya:
Allah Maha Besar (6 kali).
Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.
Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.
Setelah jamaah siap dan imam hadir, bilal mengajak untuk memulai sholat.
Arab:
صَلُّوْا سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ
Latin:
Shalluu sunnatan li’iidil fithri rak’ataini jaami’ata rahimakumullaah
Artinya:
Shalatlah sunnah Idul Fitri dua rakaat secara berjamaah, semoga Allah merahmati kalian.
Setelah sholat selesai, bilal kembali memberikan pengumuman sebelum khutbah dimulai.
Arab:
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِينَ رَحِمَكُمُ اللَّهُ،
إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هُذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُورِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ،
أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ،
إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرَ أَنْصِتُوا أَثَابَكُمُ اللَّهُ،
وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللَّهُ، وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Latin:
Ma’asyiral muslimiin wa zumratal mu’miniin rahimakumullaah,
i’lamuu anna yaumakum haadzaa yaumu ‘idil fithri wa yaumus suruuri wa yaumul maghfuuri,
ahallallaahu lakum fiihith tha’aama wa harrama ‘alaikum fiihish shiyaam,
idzaa sha’idal khathiibu ‘alal mimbar anshituu atsabakumullaah,
wasma’uu ajaarakumullaah, wa athii’uu rahimakumullaah
Artinya:
Wahai kaum muslimin dan mukminin, semoga Allah merahmati kalian. Ketahuilah bahwa hari ini adalah Idul Fitri, hari kebahagiaan dan pengampunan.
Allah menghalalkan makan dan mengharamkan puasa pada hari ini. Jika khatib telah naik mimbar, maka dengarkanlah dengan baik, semoga Allah memberi pahala dan rahmat kepada kalian.
Ketika khatib naik ke mimbar, bilal membaca shalawat:
Arab:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ
Latin:
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad
Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina wa maulana Muhammad
Artinya:
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad.
Keberadaan bilal dalam sholat Idul Fitri memiliki fungsi yang sangat penting, terutama sebagai pengganti adzan dan iqamah.
Selain itu, bilal juga berperan dalam menjaga ketertiban jalannya ibadah, mulai dari sebelum sholat hingga khutbah selesai.
Dengan adanya seruan bilal, jamaah dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan lebih terarah dan khusyuk.
Meskipun bacaan yang digunakan bisa berbeda-beda sesuai tradisi, esensinya tetap sama, yaitu mengajak dan mengingatkan umat untuk menjalankan ibadah dengan baik.
Perbedaan bacaan yang ada tidak perlu diperdebatkan, selama masih sesuai dengan syariat dan tujuan utamanya tetap terjaga.
Yang terpenting adalah semangat kebersamaan, kekhusyukan, serta niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di hari yang penuh kemenangan ini.***