Senin, 4 Juli 2022

Bak Pemilihan Presiden, TPS Pilkades di Cilacap Disebar Hingga Lingkup RT, Ini Alasannya

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji saat meninjau Pilkades di TPS 04 Desa Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi (Ulul Azmi).

Sebanyak 44 desa di Kabupaten Cilacap menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades). Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, tempat pemungutan suara (TPS) pun tidak di satu titik melainkan disebar hingga lingkup RT. Sehingga mirip dengan pemilihan Presiden.


Cilacap, serayunews.com

Tak seperti pada Pilkades sebelumnya, tempat pemungutan suara jadi satu tempat lokasi. Namun Pilkades di Cilacap kali ini dilaksanakan bak pemilihan presiden atau pemilu pada umumnya. TPS disebar di sejumlah lingkup RT dan dikawal aparat gabungan.

Baca juga  Kecelakaan di Wanareja Cilacap! Sepeda Motor Ringsek, Pengendara Dilarikan ke Rumah Sakit 

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, pelaksaan pemilihan tidak hanya fokus di satu titik saja, melainkan tersebar di beberapa TPS di desa yang sedang menggelar Pilkades tersebut, dengan jumlah maksimal 500 pemilih di setiap TPS.

“Sekarang dibuat tidak satu tempat, pisah lewat Kadus (kepala dusun) supaya dibatasi jumlah pemilihnya 500, untuk antisipasi kerumunan dan pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Bupati saat meninjau Pilkades di TPS 04 Tritih Lor Jeruklegi bersama Pejabat Forkopimda Cilacap, Senin (28/3/2022).

Bupati mengatakan, Pilkades serentak di Kabupaten Cilacap, pada tahap pertama diikuti sebanyak 44 desa dengan 516 TPS dan ada sebanyak 226.988 orang pemilih.

Baca juga  Cincin Nyangkut di Alat Vital Warga Cilacap, Viral

“Yang maju harus siap menang dan siap kalah, yang kalah harus legowo, karena untuk mebangun desa tidak harus jadi kepala desa, bisa membangun desa dan berkiprah urun untuk pembangunaan Kabupaten Cilacap,” ujar Bupati.

Berdasarkan pemantauan Bupati, proses Pilkades berjalan dengan kondusif dan diharapkan hingga pelantikan nanti berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat menyampaikan, agar Pilkades dilaksanakan dengan gembira dan dewasa, sehingga yang mendapat amanat terpilih menjadi kepala desa bisa menjalankan amanat dengan baik.

“Saya optimis aman dan kondusif, karena polisi dan TNI sudah mengantisipasi. Pemkab sudah melakukan pembinaan, sehingga sampai hari ini saya lihat, masyarakat sudah dewasa dalam pesta demokrasi sehingga hasilnya bisa diterima oleh semua pihak,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini