
PURWOKERTO, SERAYUNEWS– Wajah Purwokerto perlahan berubah. Di sepanjang Jalan S. Parman, tepat di sebelah utara area yang dulu dikenal sebagai Rajawali Cinema atau bekas Prodia, kini berdiri kerangka beton raksasa yang menjulang tujuh hingga sembilan lantai. Bukan gedung sembarangan, melainkan cikal bakal Harper Hotel Purwokerto, hotel jaringan internasional yang digadang-gadang bakal mempercantik peta akomodasi di kota ini.
Progres pembangunannya kini sudah memasuki tahap yang cukup menjanjikan. Struktur bangunan dilaporkan sudah topping off, alias sudah mencapai ketinggian penuh sesuai rancangan. Dinding beton pracetak pun mulai mendominasi bagian samping fasad, menandakan proyek ini melaju sesuai jalur meski masih menyisakan pekerjaan finishing yang tak sedikit.
Proyek ini bukan proyek dadakan. Pembangunannya resmi dimulai sejak seremoni groundbreaking pada Senin, 23 Juni 2025. Sejak saat itu, tower crane kuning yang berdiri gagah di atas bangunan menjadi pemandangan baru yang cukup mencuri perhatian warga sekitar, apalagi bagi mereka yang biasa melintasi kawasan S. Parman setiap hari.
Harper sendiri bukan nama asing di dunia perhotelan Tanah Air. Brand ini bernaung di bawah jaringan Aston, yang kini menjadi bagian dari Archipelago International, salah satu pengelola hotel dan pengembang properti terbesar di Indonesia dengan sekitar 160 properti berupa hotel, kondotel, sanggraloka, apartemen, hingga hotel butik. Menariknya, Harper Hotel Purwokerto adalah satu dari 36 proyek hotel baru yang diteken Archipelago pada akhir 2024 lalu, tersebar di berbagai lokasi dalam dan luar negeri.
Berbeda dari hotel bintang lima pada umumnya yang kerap terkesan formal dan kaku, Harper mengusung konsep yang lebih hangat dan bersahabat, homelike dan harmonis. Konsep ini memang menjadi ciri khas jaringan Harper di berbagai kota, dan kabarnya akan tetap dipertahankan di Purwokerto.
Dengan tinggi tujuh hingga sembilan lantai termasuk lower ground, kehadiran Harper diproyeksikan bakal menambah opsi penginapan berkelas di kota yang belakangan semakin dilirik sebagai destinasi wisata.
Kehadiran Harper bukan sekadar menambah satu gedung baru, melainkan turut memperkaya peta hotel berbintang di Purwokerto. Saat ini, jaringan Harper sendiri sudah memiliki sepuluh hotel yang tersebar di berbagai kota besar Indonesia, mulai dari Jakarta, Bali, Yogyakarta, Makassar, Purwakarta, Cikarang, Palembang, Medan, Kupang, hingga Banjarmasin. Purwokerto pun bersiap menyusul menjadi bagian dari jaringan tersebut.
Bagi warga lokal, kabar ini tentu jadi angin segar. Purwokerto yang belakangan digadang-gadang bertransformasi menjadi kota wisata, kini mendapat suntikan fasilitas akomodasi kelas atas yang selama ini masih terbatas.
Tak heran, unggahan foto perkembangan proyek ini di media sosial langsung banjir respons positif. Banyak warganet yang menyambut antusias, salah satunya lewat komentar dari akun @wongmawon yang menulis dengan nada bangga:
“mantap purwokerto ada herper udh kaya kota besar wae”, Komentar sederhana itu seolah mewakili perasaan banyak warga Purwokerto lainnya, senang sekaligus optimis melihat kotanya perlahan bertransformasi, tak lagi kalah dari kota-kota besar dalam hal fasilitas dan gaya hidup urban.
Dengan progres yang sudah topping off, publik kini tinggal menanti tahap-tahap berikutnya, mulai dari pemasangan fasad, interior, hingga akhirnya hotel ini resmi beroperasi. Jika semua berjalan lancar, Harper Hotel Purwokerto bisa menjadi salah satu landmark baru di kawasan S. Parman, sekaligus penanda bahwa geliat pariwisata dan investasi di kota ini semakin menggeliat.
Purwokerto, yang dulu mungkin lebih dikenal sebagai kota transit, kini pelan-pelan menata diri menjadi destinasi yang punya daya tarik tersendiri, lengkap dengan hotel berbintang yang siap menyambut wisatawan maupun pebisnis dari berbagai daerah. (Amelia Faridha Zhariif)