
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengembangkan konsep integrated smart farming atau pertanian terpadu di Kabupaten Banjarnegara.
Program ini diawali dengan penyaluran 500 ekor ayam kampung unggul, kandang, serta 2,5 ton pakan kepada warga kurang mampu di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Dengan menggabungkan sektor pertanian dan peternakan, masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan hasil panen musiman, tetapi juga memperoleh pemasukan harian dari usaha ternak.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco DaSilva Tavares, mengatakan Desa Susukan dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan penerapan sistem integrated smart farming yang mengintegrasikan budidaya tanaman dan peternakan dalam satu kawasan.
Menurutnya, konsep tersebut mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus menciptakan sistem usaha tani yang lebih efisien, berkelanjutan, dan menguntungkan masyarakat.
“Ini menjadi titik bagaimana kita mengembangkan optimalisasi lahan melalui penerapan integrated smart farming. Kami ingin melibatkan petani muda milenial yang berkolaborasi dengan petani senior sehingga lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat menjadi lebih produktif,” ujarnya.
Dalam konsep ini, kandang ayam ditempatkan di sekitar area pertanian sehingga tercipta hubungan yang saling mendukung antara sektor pertanian dan peternakan.
Selain menghasilkan telur maupun ternak sebagai sumber pendapatan harian, limbah peternakan berupa kotoran ayam juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan lahan.
Dengan pola tersebut, biaya produksi dapat ditekan, sementara produktivitas lahan dan pendapatan petani berpotensi meningkat.
Defransisco menilai model pertanian terpadu menjadi salah satu solusi menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim hingga fluktuasi harga komoditas.
Melalui diversifikasi usaha, petani memiliki lebih dari satu sumber penghasilan sehingga kondisi ekonomi keluarga menjadi lebih stabil.
Konsep ini juga mendorong pemanfaatan lahan secara maksimal dengan mengintegrasikan tanaman pangan dan peternakan dalam satu sistem yang saling mendukung.
Kepala Desa Susukan, Hasim Abdullah, menyambut positif program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut. Menurutnya, bantuan ayam kampung unggul akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama keluarga petani yang selama ini hanya mengandalkan hasil panen.
“Dengan adanya bantuan ayam ini masyarakat akan memperoleh tambahan pendapatan. Selain itu juga membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Orang tua bisa mengolah lahan sekaligus memelihara ayam sehingga ekonomi masyarakat diharapkan semakin meningkat,” katanya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan sehingga berkembang menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dalam jangka panjang.
Selain memperkuat ketahanan pangan, program integrated smart farming juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan peternakan.
Kolaborasi antara petani milenial dan petani senior diyakini dapat mempercepat penerapan teknologi serta inovasi di tingkat lapangan.
Melalui sistem pertanian terpadu, petani tidak lagi hanya menunggu musim panen untuk memperoleh penghasilan. Kehadiran usaha peternakan memberikan pemasukan yang lebih rutin, sementara integrasi antara pertanian dan peternakan menciptakan siklus produksi yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap pengembangan integrated smart farming di Desa Susukan dapat menjadi model pertanian modern yang meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun ekonomi perdesaan yang berkelanjutan.