
SERAYUNEWS – Operasi pencarian pemuda hilang di kawasan hutan Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, terus dilakukan hingga hari ketiga.
Tim SAR gabungan kini mengerahkan anjing pelacak K9 dan drone thermal untuk memperluas penyisiran di area hutan yang sulit dijangkau.
Korban diketahui bernama Sugi Triyono (26), warga Desa Binangun RT 02 RW 07, Kecamatan Bantarsari, Cilacap.
Ia dilaporkan hilang sejak Minggu (10/5/2026) saat berada di kawasan hutan Binangun dan hingga kini belum ditemukan.
Memasuki hari ketiga operasi SAR, tim gabungan melakukan penyisiran darat secara intensif di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban.
Kondisi hutan yang rapat, berbukit, dan dipenuhi vegetasi lebat membuat proses pencarian berlangsung cukup menantang. Tim harus menyisir area secara perlahan untuk memastikan tidak ada titik yang terlewat.
Untuk mempercepat proses pencarian, Basarnas Kantor SAR Cilacap menerbangkan drone thermal UAV guna memantau area dari udara.
Teknologi thermal digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia di tengah kawasan hutan tertutup, terutama pada area yang sulit dijangkau oleh personel darat.
Selain pemantauan udara, unit anjing pelacak K9 milik Polres Cilacap juga diterjunkan untuk membantu melacak jejak korban di jalur-jalur yang dianggap berpotensi menjadi titik keberadaan korban.
Koordinator Basarnas Kantor SAR Cilacap, Trisno, mengatakan pencarian pada hari ketiga difokuskan pada perluasan area penyisiran serta pemeriksaan titik-titik yang sebelumnya belum terjangkau maksimal.
“Pencarian kami perluas dengan dukungan K9 dan pemantauan udara menggunakan drone thermal untuk membantu mempercepat proses pencarian,” kata Trisno dalam keterangannya.
Operasi pencarian melibatkan banyak unsur gabungan, mulai dari Basarnas, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat sekitar.
Tim yang terlibat di antaranya Polsek Bantarsari, Koramil Bantarsari, Satpol PP, Banser, SAR MTA, LPBINU, RAPI, komunitas Trabas Trail, pemerintah kecamatan, serta keluarga korban.
Hingga laporan terakhir disampaikan, korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran ke sejumlah titik hutan yang dinilai rawan dan sulit diakses.