
SERAYUNEWS – Kesempatan bagi perempuan Indonesia untuk meniti karier di industri perfilman kembali terbuka.
Jogja Film Academy bersama Yayasan Dian Sastrowardoyo resmi membuka program beasiswa penuh untuk jenjang Diploma 4 (D4) Produksi Film dan Televisi.
Pendaftaran program ini akan berlangsung mulai dar 21 April 2026 bagi calon pembuat film perempuan dari seluruh Indonesia.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong keterlibatan perempuan di industri kreatif, khususnya bidang perfilman yang selama ini masih didominasi oleh laki-laki.
Dengan skema pembiayaan penuh, peserta terpilih akan mendapatkan kesempatan belajar sekaligus mengembangkan karya secara profesional.
Program beasiswa ini menawarkan pembiayaan pendidikan secara menyeluruh selama masa studi aktif di Akademi Film Yogyakarta.
Seluruh biaya kuliah ditanggung, sehingga peserta dapat fokus pada proses pembelajaran tanpa terbebani biaya pendidikan.
Tidak hanya itu, penerima beasiswa juga akan memperoleh akses ke program inkubasi talenta dari Jogja Film Academy.
Melalui program ini, lulusan berkesempatan mendapatkan dukungan untuk memproduksi film cerita panjang setelah menyelesaikan pendidikan.
Selain dukungan akademik, peserta juga akan berada dalam ekosistem industri yang terhubung langsung dengan berbagai pelaku perfilman.
Jaringan ini mencakup rumah produksi dan platform distribusi film, yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata di dunia industri sejak masa studi.
Kesempatan lain yang tidak kalah penting adalah peluang untuk merepresentasikan dua institusi, yakni Jogja Film Academy dan Yayasan Dian Sastrowardoyo, dalam berbagai kegiatan.
Hal ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas jaringan sekaligus meningkatkan eksposur di dunia perfilman.
Beasiswa ini secara khusus diperuntukkan bagi perempuan warga negara Indonesia. Pendaftar harus merupakan lulusan SMA/SMK/MA atau sedang berada di tahun terakhir pendidikan menengah atas.
Salah satu syarat utama yang membedakan program ini adalah pengalaman berkarya. Calon peserta wajib pernah membuat minimal satu film pendek dalam format apa pun.
Hal ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya mencari peserta dengan minat, tetapi juga yang telah memiliki pengalaman awal di bidang film.
Selain itu, pendaftar diharapkan memiliki komitmen kuat untuk menjadi pembuat film profesional. Tidak ada batasan wilayah asal, sehingga kesempatan terbuka luas bagi perempuan dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi peserta yang belum berhasil pada tahun ini, panitia memberikan kesempatan untuk mendaftar kembali pada periode berikutnya. Kebijakan ini menunjukkan bahwa program ini membuka ruang bagi proses belajar dan perkembangan calon peserta.
Pendaftaran berlangsung secara daring melalui laman resmi Akademi Film Yogyakarta. Calon peserta perlu mengisi formulir pendaftaran serta melengkapi sejumlah dokumen pendukung.
Dokumen tersebut meliputi surat motivasi yang menjelaskan alasan ingin menjadi pembuat film, profil singkat pendaftar, serta tautan karya film pendek yang pernah dibuat.
Seluruh berkas ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi, karena akan menjadi penilaian potensi dan keseriusan pendaftar.
Proses seleksi akan menilai aspek kreativitas, kemampuan teknis dasar, serta visi pendaftar terhadap dunia perfilman.
Dengan demikian, peserta yang terpilih akan benar-benar memiliki potensi untuk berkembang di industri ini.
Kehadiran program beasiswa ini tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga menjadi upaya untuk memperkuat peran perempuan di industri film.
Selama ini, keterlibatan perempuan dalam berbagai lini produksi masih relatif terbatas, terutama pada posisi kreatif dan pengambilan keputusan.
Melalui program ini, semakin banyak perempuan memiliki kesempatan untuk berkarya dan menyuarakan perspektif mereka melalui medium film.
Dukungan dari Yayasan Dian Sastrowardoyo juga menjadi simbol komitmen terhadap pengembangan talenta perempuan di bidang kreatif.***