Kamis, 21 Oktober 2021

Begini Isi Poster Curhatan CPMI yang Viral dan Belum Sempat Dibentangkan Saat Jokowi ke Cilacap

Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Cilacap yang sedang viral. (dok istimewa)

Dua warga yang diketahui merupakan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Cilacap viral, pasca aksinya yang akan membentangkan poster kepada Presiden saat berkunjung ke Cilacap berhasil di cegah oleh petugas. Isi dari poster itu, mereka hanya berharap kepada Presiden agar penempatan kerja ke Negara Korea kembali dibuka.


Cilacap, serayunews.com

AS yang merupakan warga Binangun Kabupaten Cilacap sempat diamankan dan dimintai keterangan oleh petugas yang mengamankan kunjungan Presiden. Ia mengaku hanya ingin menyampaikan aspirasi dengan harapan bisa dilihat oleh Presiden Joko Widodo saat melintas di Kecamatan Cilacap Utara, Kamis (23/09).

“Saya tahu ada kunjungan Presiden, jadi saya mau menyampaikan aspirasi kenapa penempatan kerja di Korea masih ditutup, dari awal Corona sekitar dua tahun ini belum kunjung dibuka, kemarin sempat bawa poster minta tolong kepada Bapak Presiden untuk dibantu,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (24/09/2021).

Adapun isi poster yang belum sempat dibentangkan yaitu, “Pak Jokowi tolong buka GTOG Korea”, “Tolong kami Pak Jokowi, CPMI mangkrak 2 tahun,” serta tulisan “Kami pahlawan devisa #save CPMI GTOG Korea Selatan.

“Saya sudah bawa poster belum sempat dibuka, kan terus langsung diamankan ke Polsek Cilacap Utara dimintai keterangan dan ditangai langsung Plosek, Polres dan Polda. Setelah dimintai keterangan kemarin, katanya mau disampaikan ke DPRD dan Bupati,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa niatnya membentangkan poster bersama seorang temannya itu sebagai bentuk aspirasi. Sebab selama pandemi Covid-19, penempatan kerja di Korea lewat jalur Pemerintah (G to G) tak kunjuung dibuka. Sehingga mereka berharap kepada Presiden agar aspirasi mereka bisa didengar.

“Jalur penempatan TKI ke Korea kan ada dua, G to G dari Pemerintah dan program swasta, kenapa program swasta tetap berjalan, sampai sekarang jadi timbul rasa iri,” ujarnya

Dia mengatakan, bahwa sebelumnya perwakilan dari CPMI juga sudah bertemu dengan DPR RI dan HRD Korea, namun menurutnya belum ada titik terang.

“Saya lulus test November 2019, dan sudah menghabiskan dana sekitar Rp 15 juta untuk biaya sekolah dan operasional. Kita sudah proses 70%, sudah menunggu lama dan bingung. Intinya biar Pak Presiden tahu dan bisa dilobi lagi,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap Dikdik Nugraha mengatakan bahwa terkait hal itu pihaknya sedang berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Tadi sudah bertemu dengan Polres, akan kami koordinasikan dengan BP2MI,” ujar Dikdik.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini