Sabtu, 18 September 2021

Begini Penampakan Kawista Emji Mernek Jenek di Kecamatan Maos yang Sudah Dipercantik

Kawista Emji Mernek Jenek, desa mernek, maos, cilacap, berita terkini, berita hari ini, wisata
Kawista Emji Mernek Jenek di Desa Mernek Kecamatan Maos Cilacap. (Ulul)

Kawista Emji Mernek Jenek di Desa Mernek Kecamatan Maos Cilacap, merupakan salah satu tempat wisata edukasi yang terdampak pandemi Covid. Terlebih dimasa PPKM Level 3 seluruh tempat wisata masih belum diijinkan beroperasi. Meski dibangun saat awal pandemi, tempat wisata edukasi di Mernek ini sedang dilakukan pemeliharaan dengan menambah spot wahana di dalamnya.


Maos, serayunews.com

Tempat wisata edukasi yang menawarkan keindahan alam persawahan ini terletak di sisi barat Kantor Desa Mernek sejauh sekitar 300 meter. Tempat wisata bernama Kawista Emji Mernek Jenek berdiri sejak bulan Oktober 2020 atau awal merebak pandemi di Kabupaten Cilacap. Meski kala itu baru soft opening, namun sudah memberikan respon positif terutama di dunia pertanian. Sebab selain menawarkan keindahan alam dan mengenal dunia persawahan, di sana juga terdapat spot foto yang apik.

Kepala Desa Mernek Bustanul Arifin mengatakan, saat ini di tempat wisata tersebut sedang dilakukan pemeliharaan (maintenance) dengan menambah spot warung dan lampu, agar nantinya ketika wisata kembali dibuka bisa menikmati keindahan alam di malam harinya.

“Belum sempat grand opening karena menunggu situasi aman, karena nanti melibatkan beberapa pihak, mulai Kementerian Pertanian, Pertamina MOR IV dan Pemerintah Desa Mernek. Harapannya nanti ada satu momen atau event yang melibatkan semuanya, bikin acara yang wah atau bahasanya wow,” ujar Bustanul, Sabtu (21/08/2021).

Kawista Emji Mernek Jenek di Desa Mernek Kecamatan Maos Cilacap. (Ulul)

Kawista  Emji Mernek Jenek dikelola oleh Pokdarwis dibawah naungan BUMDes Unit Pertanian. Sejumlah wahana spot menarik ada di dalamnya, seperti spot menara eifel dengan infrstruktur jalan menggunakan bambu. Sejak dilakukan sotf opening tahun 2020 lalu, sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar Cilacap, dengan rata-rata pengunjung mencapai 300 orang setiap harinya.

“Kawista ini mengusung konsep Mernek yang merupakan desa pertanian atau persawahan. Harapannya Mernek tidak hanya menghasilkan padi, tapi juga ada pendidikan ke yang lainnya, karena kita mengangkat satu hal yang mungkin tidak dilakukan di desa lain yaitu pembenihan. Jadi sebagai area penangkaran benih, harapannya bisa ditiru atau dicontoh desa lainnya di Cilacap,” ujarnya.

Butanul menambahkan, sejak awal dibuka Kawista  bekerjasama dengan beberapa pihak seperti Balai Besar Benih Sukamandi, serta mendapat kunjungan dari sejumlah petani dari Kebumen, Banyumas dan petani sekitar Maos serta dikunjungi dari PT Timah yang ingin mengetehui keindahan di bidang pertaniannya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini