
Purbalingga, serayunews.com
“Kami terkejut setelah mendapatkan informasi wilayah Gunung Malang di Desa Serang Kecamatan Karangreja banjir. Padahal secara kontur wilayah tersebut sangat terjal, berbukit dan berada di lereng Gunung Slamet. Sangat tidak mungkin jika terjadi banjir di sana, karena dalam logika umum air akan mudah mengalir ke bawah,” kata Ketua Forum Penanggulangan Risiko Bencana Taufik Katamso, dalam pernyataannya kepada serayunews.com, Kamis (16/2/2023).
Menurutnya ada tiga kemungkinan mengenai penyebab terjadinya banjir di sana. Yang pertama tentu bisa jadi karena keberadaan hutan sebagai daerah tangkapan air semakin menipis. Penyebab lain juga bisa karena hujan memang sangat tinggi intensitasnya.
“Namun apabila keberadaan hutan masih ada tentu banjir tidak akan terjadi,” terang sesepuh Perkumpulan Pecinta Alam (PPA) Gasda Purbalingga tersebut.
Baca juga: [insert page=’jalur-karangreja-purbalingga-lumpuh-akibat-banjir-dan-longsor-sejumlah-pemotor-nyaris-terseret-arus’ display=’link’ inline]
Penyebab yang ketiga adalah terjadinya perubahan alur air. Tempat-tempat yang dulu menjadi area luapan air jika sungai tidak mampu menampung air, saat ini sudah berubah fungsi. Kawasan itu sekarang beralih fungsi menjadi pemukiman dan dibangun rumah.
“Sehingga saat air meluap dan mencari jalannya, air menerjang kawasan yang sekarang sudah menjadi pemukiman,” katanya lagi.
Mengantisipasi terjadinya bencana banjir di kawasan itu, dia mengusulkan agar pihak berwenang segera membuat saluran air. Tujuannya agar jika curah hujan tinggi dan air meluap dan sungai tidak mampu menampung luapan air, masih ada saluran air untuk membuang air sehingga tak menerjang kawasan pemukiman. “Ini perlu segera dilakukan,” imbuhnya.
Sebelumnya, banjir bandang melanda Dusun Gunung Malang Desa Serang dan beberapa ruas jalan di Kecamatan Karangreja. Kondisi tersebut terjadi karena curah hujan yang tinggi. Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Priyo Satmoko mengatakan banjir tersebut karena curah hujan sangat tinggi beberapa waktu terakhir ini.