
PURWOKERTO, SERAYUNEWS- Bank Indonesia (BI) Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan riset dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembukaan Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan (Banlit) Tahun 2026.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3) untuk memperoleh bantuan pendanaan penelitian dalam rangka menyelesaikan tugas akhir.
Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian yang mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung perumusan kebijakan di bidang ekonomi, moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, tesis, maupun disertasi dengan topik yang relevan dengan kebanksentralan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh dukungan pendanaan sekaligus meningkatkan kualitas hasil penelitiannya.
Dalam Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan 2026, Bank Indonesia memberikan bantuan dana penelitian yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan mahasiswa.
Besaran bantuan tersebut meliputi:
· Mahasiswa S1 memperoleh bantuan sebesar Rp10 juta.
· Mahasiswa S2 memperoleh bantuan sebesar Rp15 juta.
· Mahasiswa S3 memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta.
Dana tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam memenuhi berbagai kebutuhan penelitian, mulai dari pengumpulan data, observasi lapangan, pengolahan data, hingga penyusunan laporan tugas akhir.
Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, program ini juga menjadi upaya Bank Indonesia untuk mendorong lahirnya penelitian akademik yang berkualitas serta memiliki relevansi terhadap tantangan ekonomi nasional.
Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan diperuntukkan bagi mahasiswa yang tengah menyusun tugas akhir dengan topik yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Bank Indonesia.
Tema penelitian dapat mencakup berbagai bidang, antara lain:
· Kebijakan moneter.
· Sistem pembayaran.
· Stabilitas sistem keuangan.
· Ekonomi syariah.
· Digitalisasi ekonomi dan keuangan.
· Inklusi keuangan.
· UMKM.
· Ekonomi regional.
· Bidang lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Bank Indonesia.
Melalui penelitian tersebut, Bank Indonesia berharap lahir berbagai rekomendasi akademik yang dapat menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan maupun pengembangan ekonomi Indonesia.
Calon penerima bantuan harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi maupun akademik.
Persyaratan tersebut meliputi:
· Warga Negara Indonesia (WNI).
· Mahasiswa aktif S1, S2, atau S3.
· Sedang menyusun tugas akhir atau karya tulis ilmiah.
· Berasal dari perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Bank Indonesia.
· Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25 pada skala 4,00.
· Tidak sedang menerima bantuan penelitian lain dari Bank Indonesia maupun lembaga lain.
· Memperoleh surat rekomendasi dari Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, atau pejabat fakultas.
· Menyusun proposal penelitian sesuai pedoman yang telah ditetapkan.
· Lulus seleksi substansi yang dilakukan oleh tim reviewer Bank Indonesia.
Persyaratan tersebut menjadi dasar penilaian awal sebelum proposal memasuki proses seleksi akademik.
Selain memenuhi persyaratan di atas, peserta diwajibkan melengkapi dokumen administrasi yang terdiri atas:
· Surat rekomendasi dari fakultas atau program studi.
· Surat persetujuan dosen pembimbing.
· Proposal penelitian.
· Curriculum Vitae (CV).
· Transkrip nilai terbaru.
· Fotokopi KTP.
· Halaman depan buku rekening.
· NPWP (apabila memiliki).
· Dokumen pendukung lain sesuai ketentuan masing-masing perguruan tinggi.
Kelengkapan dokumen menjadi salah satu aspek penting dalam proses verifikasi administrasi sebelum proposal dinilai oleh reviewer.
Bank Indonesia menerapkan proses seleksi secara bertahap guna memastikan proposal yang didanai memiliki kualitas akademik yang baik.
Tahapan seleksi dimulai dari pengajuan proposal oleh mahasiswa, dilanjutkan dengan verifikasi administrasi oleh Bank Indonesia.
Proposal yang memenuhi persyaratan kemudian akan dinilai oleh tim reviewer berdasarkan kualitas substansi penelitian, relevansi tema dengan kebanksentralan, metodologi penelitian, serta kontribusi yang dapat diberikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan maupun kebijakan publik.
Mahasiswa yang dinyatakan lolos akan menandatangani perjanjian bantuan penelitian sebelum dana disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Selanjutnya peserta wajib melaksanakan penelitian, menyampaikan laporan perkembangan, hingga menyerahkan laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban program.
Di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, terdapat tiga perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama dalam Program Pendidikan Kebanksentralan, yakni:
· Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
· UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
· Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Mahasiswa dari ketiga perguruan tinggi tersebut dapat berkonsultasi dengan Person in Charge (PIC) di kampus masing-masing terkait mekanisme pendaftaran, format dokumen, hingga proses pengunggahan berkas.
Keberadaan PIC bertujuan mempermudah mahasiswa dalam memenuhi seluruh persyaratan administrasi sesuai ketentuan Bank Indonesia.
Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan Bank Indonesia Tahun 2026 dibuka dalam rentang waktu Maret hingga Oktober 2026.
Mahasiswa yang berminat disarankan segera menyusun proposal penelitian dan melengkapi seluruh dokumen pendukung agar dapat mengikuti proses seleksi sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui laman SPEKTRO Bank Indonesia, sementara mahasiswa dari Unsoed, UIN Saizu, dan UMP juga dapat menghubungi PIC di masing-masing perguruan tinggi.
Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan tidak hanya memberikan dukungan finansial bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun budaya riset di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui penelitian yang berkualitas, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi ilmiah yang dapat menjawab berbagai tantangan ekonomi nasional, mulai dari transformasi digital sektor keuangan, penguatan UMKM, stabilitas sistem keuangan, hingga pengembangan ekonomi syariah.
Dengan dukungan pendanaan dari Bank Indonesia, mahasiswa memiliki kesempatan lebih besar untuk menyelesaikan penelitian secara optimal sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia berbasis riset dan inovasi.