
WONOSOBO, SERAYUNEWS- Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi mengumumkan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 yang akan berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Mengusung tema “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi,” peringatan tahun ini mengajak seluruh masyarakat bersatu dalam bekerja dan berkarya demi mewujudkan Wonosobo yang semakin makmur, subur, dan sejahtera.
Perayaan Hari Jadi Wonosobo tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat identitas budaya, menggerakkan roda perekonomian daerah, meningkatkan sektor pariwisata, serta melestarikan tradisi yang telah diwariskan selama ratusan tahun.
Selama lebih dari satu bulan, masyarakat akan disuguhi puluhan agenda yang memadukan prosesi adat, kegiatan religius, festival budaya, pameran ekonomi kreatif, olahraga, hingga hiburan rakyat.
Dengan banyaknya agenda tersebut, Wonosobo diperkirakan kembali menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling ramai di Jawa Tengah pada pertengahan tahun 2026.
Tema “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi” mengandung filosofi mendalam mengenai pentingnya persatuan seluruh masyarakat dalam membangun daerah.
“Nyawiji Makarti” dimaknai sebagai semangat menyatu dalam bekerja, bergotong royong, dan saling mendukung untuk kemajuan bersama.
Sementara “Wonosobo Loh Jinawi” menggambarkan cita-cita menjadikan Wonosobo sebagai daerah yang kaya akan hasil bumi, makmur, lestari, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
Semangat tersebut menjadi benang merah seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi adat menjadi bagian paling dinanti dalam rangkaian Hari Jadi Wonosobo.
Berbagai ritual tradisional yang memiliki nilai historis dan filosofis akan kembali digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Wonosobo yang kini memasuki usia ke-201.
Rangkaian kegiatan inti dimulai dengan Pasrah Tampi Panji pada 2 Juli 2026 yang dipusatkan di Pendopo Bupati dan Alun-alun Wonosobo. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga menggelar Sarasehan Hari Jadi di seluruh 15 kecamatan mulai 3 hingga 22 Juli 2026. Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan daerah.
Salah satu prosesi paling sakral adalah Pengambilan Air Enam Sumber yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli 2026. Air akan diambil dari enam mata air yang dipercaya memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat Wonosobo, yakni:
· Tuk Goa Sumur Telaga Warna, Desa Dieng
· Tuk Bimo Lukar, Desa Dieng
· Tuk Mudal, Desa Mudal
· Tuk Surodilogo, Desa Pagerejo
· Tuk Tempurung, Kelurahan Jaraksari
· Tuk Kaliasem, Desa Gondang.
Prosesi tersebut melambangkan sumber kehidupan, kesuburan, keberkahan, serta harapan agar Wonosobo terus berkembang menjadi daerah yang maju dan sejahtera.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Ziarah Makam Pendiri Wonosobo yang dilaksanakan di wilayah Wonosobo pada 17 Juli 2026 dan di Payaman, Magelang, pada 21 Juli 2026.
Puncak suasana spiritual berlangsung pada 23 Juli 2026 melalui beberapa agenda penting, yakni:
· Bedhol Kedhaton
· Hastungkara atau doa bersama
· Tapa Bisu
· Birat Sengkala.
Tapa Bisu menjadi salah satu prosesi unik karena peserta berjalan tanpa berbicara sebagai bentuk refleksi diri, pengendalian hawa nafsu, sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai kehidupan.
Hari Jumat, 24 Juli 2026 menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo. Agenda diawali dengan Pisowanan Agung yang berlangsung di Pendopo Bupati dan Alun-alun Wonosobo.
Setelah itu masyarakat dapat menyaksikan Pagelaran Kesenian Utama, disusul Prosesi Ruwat Rambut Gimbal, salah satu tradisi khas dataran tinggi Dieng yang telah dikenal hingga mancanegara.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Pagelaran Seni Kerakyatan yang melibatkan berbagai komunitas seni lokal. Prosesi Ruwat Rambut Gimbal selalu menjadi magnet wisata karena memadukan ritual adat, budaya, dan nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain kegiatan inti, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga menyiapkan berbagai agenda pendukung yang melibatkan masyarakat luas.
Beberapa agenda unggulan antara lain:
· Wonosobo Investment Business Forum
· Festival Muda Berbudaya
· Wonosobo Fashion Carnival
· Festival Anak Sholeh
· Semarak 1 Muharam
· Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya
· Safari KB
· Java Balloon Attraction
· Festival Dombos
· Wonosobo Wedding Expo
· Wisuda Lengger
· Lomba Menyanyi Bersambung.
Java Balloon Attraction diperkirakan kembali menjadi salah satu kegiatan favorit wisatawan karena menampilkan balon udara tradisional yang menjadi ikon pariwisata Wonosobo.
Memasuki pekan ketiga Juli, kemeriahan semakin terasa melalui berbagai agenda yang menyasar seluruh kalangan masyarakat.
Kegiatan tersebut meliputi:
· Sindoro Sumbing Duathlon, Triathlon, Aquathlon dan Fun Walk
· Festival Kuliner Legend/Jadul
· Festival Literasi Wonosobo
· Sedekah Bumi Pawai Gunungan
· Pelayanan IKD dan Pencetakan KIA
· Hari Jadi Kecamatan Kalibawang
· Festival Paralayang Lengkong
· Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Antarinstansi
· Wayang Kedu Gagrak Wonosaban
· Gelar Budaya Wanasaban
· Konser Musik Hari Jadi Kabupaten Wonosobo.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Jadi Wonosobo tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga mendorong perkembangan olahraga, literasi, ekonomi kreatif, hingga pelayanan publik.
Dengan puluhan agenda yang tersebar di berbagai wilayah, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap peringatan Hari Jadi ke-201 mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Perputaran ekonomi diperkirakan meningkat melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, serta pelaku UMKM yang akan memanfaatkan momentum tersebut untuk memasarkan produk unggulan daerah.
Di sisi lain, berbagai festival budaya juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan tradisi Wonosobo kepada generasi muda sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.
Berikut agenda utama yang patut dicatat masyarakat:
2 Juli 2026 – Pasrah Tampi Panji
3–22 Juli – Sarasehan Hari Jadi di 15 Kecamatan
16 Juli – Pengambilan Air Enam Sumber
17 & 21 Juli – Ziarah Pendiri Wonosobo
23 Juli – Bedhol Kedhaton, Hastungkara, Tapa Bisu, Birat Sengkala
24 Juli – Pisowanan Agung, Pagelaran Kesenian Utama, Ruwat Rambut Gimbal, Pagelaran Seni Kerakyatan.
Dengan rangkaian kegiatan yang memadukan nilai sejarah, budaya, religi, hingga hiburan modern, Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo diproyeksikan menjadi salah satu perayaan daerah terbesar di Jawa Tengah pada tahun 2026.
Momentum ini sekaligus menjadi ajang mempererat persatuan masyarakat sesuai semangat “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi”, menuju Wonosobo yang semakin maju, lestari, dan sejahtera.