
SERAYUNEWS – Program konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik kembali menjadi perhatian pemerintah pada 2026. Berapa biaya konvensi motor bensin ke listrik?
Upaya ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mempercepat transisi energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).
Seiring perkembangan teknologi, biaya konversi motor kini disebut semakin terjangkau dibandingkan beberapa tahun lalu.
Pemerintah bahkan tengah mengkaji kemungkinan menghadirkan kembali program subsidi agar masyarakat lebih mudah melakukan konversi kendaraan.
Lalu sebenarnya berapa biaya konversi motor bensin ke listrik saat ini?
Bagaimana skema dukungan pemerintah dan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum melakukan konversi?
Pemerintah menyebutkan bahwa biaya konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik kini semakin murah.
Hal ini tidak lepas dari perkembangan teknologi serta meningkatnya produksi komponen kendaraan listrik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa saat ini biaya konversi motor listrik berkisar antara Rp5 juta hingga Rp6 juta.
“Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar Rp 5-6 juta, jadi ke sini semakin murah. Dan itu akan diupayakan untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Penurunan biaya ini diharapkan dapat membuat program konversi motor listrik semakin diminati masyarakat.
Meskipun biaya konversi semakin terjangkau, pemerintah tetap mempertimbangkan pemberian subsidi bagi masyarakat.
Langkah ini dilakukan agar proses transisi dari kendaraan berbahan bakar bensin menuju kendaraan listrik bisa berjalan lebih cepat.
Saat ini pemerintah masih mengkaji bentuk subsidi yang paling tepat. Menurut Bahlil, skema yang akan diterapkan kemungkinan memiliki konsep yang mirip dengan program sebelumnya, tetapi dengan formulasi yang lebih efektif.
“Semacam begitu, tapi nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru dibentuk, baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga rencanaannya lebih-lebih betul-betul presisi,” jelas Bahlil.
Kebijakan ini akan dirumuskan oleh Satuan Tugas Khusus Transisi Energi yang baru dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.
Tim tersebut bertugas menyiapkan strategi percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Sebenarnya program subsidi konversi motor listrik bukan hal baru di Indonesia.
Pemerintah pernah menjalankannya pada tahun 2023 saat masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Pada saat itu, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp7 juta untuk setiap motor yang dikonversi.
Target awal program tersebut adalah mengonversi 50.000 unit sepeda motor.
Namun realisasi di lapangan belum mencapai target yang diharapkan.
Jumlah motor yang berhasil dikonversi tercatat tidak sampai 10.000 unit. Rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor.
Adapun seperti keterbatasan bengkel konversi, minimnya sosialisasi, serta keraguan masyarakat terhadap teknologi baru.
Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk merancang kebijakan yang lebih efektif di masa mendatang.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah sepeda motor terbesar di dunia.
Data pemerintah menunjukkan bahwa saat ini terdapat sekitar 120 juta unit sepeda motor berbahan bakar bensin yang beroperasi di tanah air.
Karena jumlahnya sangat besar, pemerintah berencana melakukan konversi secara bertahap.
“Kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin, kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik,” ujar Bahlil.
Saat ini setiap tahun sudah ada sekitar 200 ribu sepeda motor yang dikonversi menjadi motor listrik.
Dengan adanya teknologi yang semakin murah serta dukungan kebijakan pemerintah, angka tersebut diharapkan terus meningkat.
Konversi motor listrik pada dasarnya dilakukan dengan mengganti sistem penggerak mesin dari pembakaran internal menjadi tenaga listrik.
Proses ini melibatkan beberapa perubahan komponen utama pada kendaraan. Beberapa komponen yang biasanya diganti antara lain:
Proses konversi harus dilakukan oleh teknisi yang memiliki keahlian khusus agar kendaraan tetap aman digunakan.
Banyak orang mulai tertarik melakukan konversi motor karena sejumlah keuntungan yang ditawarkan.
1. Biaya Operasional Lebih Hemat
Motor listrik tidak membutuhkan bensin sehingga biaya operasional menjadi lebih rendah.
Pengguna hanya perlu mengisi daya baterai menggunakan listrik yang umumnya jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar.
Dalam jangka panjang, pengeluaran untuk transportasi bisa jauh lebih hemat.
2. Ramah Lingkungan
Motor listrik tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung. Hal ini membantu mengurangi polusi udara di perkotaan serta menekan emisi karbon.
Karena alasan ini, kendaraan listrik sering disebut sebagai solusi transportasi masa depan yang lebih bersih.
3. Perawatan Lebih Sederhana
Motor listrik memiliki komponen mesin yang lebih sedikit dibandingkan mesin bensin.
Akibatnya, perawatan kendaraan biasanya lebih sederhana dan biaya servis juga cenderung lebih rendah.
Meskipun menawarkan banyak keuntungan, konversi motor listrik juga memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan.
1. Kualitas Komponen
Penggunaan komponen yang tidak memenuhi standar dapat menyebabkan masalah serius, seperti kerusakan kendaraan hingga risiko keselamatan. Karena itu, penting memilih bengkel konversi yang terpercaya.
2. Kesalahan Instalasi
Jika pemasangan sistem kelistrikan dilakukan secara tidak tepat, dapat terjadi korsleting listrik atau gangguan pada sistem motor.
Teknisi yang berpengalaman sangat diperlukan dalam proses ini.
3. Legalitas dan Sertifikasi
Motor hasil konversi harus memenuhi standar keselamatan serta mendapatkan sertifikasi dari regulator agar tetap legal digunakan di jalan raya.
Pemerintah juga terus menyempurnakan regulasi terkait kendaraan hasil konversi agar lebih aman dan terstandarisasi.
Program konversi motor listrik menjadi bagian penting dari strategi transisi energi nasional.
Dengan jumlah kendaraan yang sangat besar di Indonesia, perubahan menuju kendaraan listrik dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan konsumsi BBM.
Jika biaya konversi terus turun dan dukungan pemerintah semakin kuat, bukan tidak mungkin motor listrik hasil konversi akan semakin populer dalam beberapa tahun ke depan.
Bagi Anda yang ingin menghemat biaya transportasi sekaligus berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih, konversi motor bensin ke listrik bisa menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan.***