
SERAYUNEWS — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas kembali memanen hasil program ketahanan pangan yang dikelola oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) peserta asimilasi luar. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (15/6/2026) itu menghasilkan sekitar 100 kilogram komoditas pertanian berupa pepaya, kangkung, pakcoy, dan buncis.
Panen tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Rutan Banyumas sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, mengatakan program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan dan membangun karakter positif.
“Program ketahanan pangan yang kami laksanakan tidak hanya bertujuan menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini mereka belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, dan kerja keras,” ujarnya.
Menurut Anggi, program tersebut juga merupakan bentuk dukungan Rutan Banyumas terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan program pembinaan yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Hasil panen yang diperoleh selanjutnya akan dipasarkan. Sesuai ketentuan yang berlaku, warga binaan yang terlibat dalam program asimilasi luar juga akan menerima premi hasil kerja sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. Premi tersebut akan disalurkan melalui kartu BRIZZI milik masing-masing warga binaan.
Salah satu peserta program asimilasi luar berinisial S (40) mengaku mendapatkan banyak pengalaman selama mengikuti kegiatan ketahanan pangan tersebut.
“Saya merasa senang dan bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ketahanan pangan ini. Kami belajar merawat tanaman hingga panen sehingga menambah keterampilan dan pengalaman. Adanya premi dari hasil kerja juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Melalui program yang dijalankan secara berkelanjutan ini, Rutan Banyumas berharap warga binaan tidak hanya memperoleh pembinaan karakter selama menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke tengah masyarakat.
Keberhasilan panen kali ini diharapkan semakin memacu semangat warga binaan untuk terus produktif, mandiri, dan siap berintegrasi kembali sebagai anggota masyarakat yang bermanfaat.