
BANYUMAS, SERAYUNEWS– Guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kelas II Banjarnegara menggelar kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami Kabupaten Banyumas Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung pada Selasa siang di Aula Dream Land Park Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Kegiatan yang mengusung tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempa Bumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045” ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kebencanaan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami.
Sebanyak 53 peserta dari berbagai lintas unsur hadir mengikuti pelatihan ini. Mereka terdiri dari perwakilan Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, satuan pendidikan, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta. Sepanjang kegiatan, para peserta dibekali materi mengenai karakteristik gempa bumi, langkah-langkah penyelamatan diri, serta simulasi mitigasi bencana.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr Nelly Florida Riama, menegaskan bahwa edukasi ini sangat krusial mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum dibekali pemahaman memadai terkait potensi bencana di wilayah mereka.
“Kita ingin kalau bisa zero victim. Masyarakat memang hidup di wilayah yang memiliki potensi gempa bumi, tetapi belum tentu memiliki pengetahuan yang memadai. Karena itu, melalui sekolah lapang ini kami memberikan edukasi agar masyarakat memiliki kesadaran, tangguh, dan siap menghadapi bencana,” ujar Nelly, Selasa (28/07/2026).
BMKG menilai peningkatan kapasitas masyarakat merupakan langkah kunci dalam mereduksi risiko bencana. Dengan memahami tindakan yang tepat, baik sebelum, saat, maupun setelah gempa bumi terjadi, dampak terhadap keselamatan jiwa dan kerugian material diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.
Dukungan serupa disampaikan oleh Anggota Komisi V DPR RI, Wastam. Ia menekankan pentingnya pembekalan teknis ini agar masyarakat tidak panik saat bencana benar-benar terjadi.
“Melalui sekolah lapang ini peserta dibekali pengetahuan agar ketika suatu saat terjadi gempa bumi mereka sudah mengetahui apa yang harus dilakukan. Tujuan utamanya adalah meminimalkan korban,” kata Wastam.
Lebih lanjut, Komisi V DPR RI mendorong para peserta untuk menjadi duta kebencanaan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan yang didapat kepada keluarga, rekan kerja, dan masyarakat luas, sehingga cakupan edukasi kebencanaan bisa menjangkau lebih banyak warga.
Sementara itu, Plt Kepala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Junaedi, menyambut positif inisiatif ini. Pemerintah Kabupaten Banyumas menilai peningkatan literasi kebencanaan sangat penting, mengingat wilayah Banyumas memiliki berbagai potensi bencana, termasuk keberadaan sesar aktif di kawasan Ajibarang.
“Karena bencana tidak bisa dihindari, maka yang bisa kita lakukan adalah mengurangi dampaknya melalui peningkatan literasi dan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Junaedi.
Melalui kolaborasi erat antara BMKG, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan masyarakat Banyumas semakin tangguh dan siap menghadapi bencana demi mewujudkan budaya sadar bencana menuju Indonesia Emas 2045.