
CILACAP, SERAYUNEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan Radar Cuaca S-Band di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Radar berteknologi tinggi ini mampu memantau kondisi cuaca secara real time hingga radius sekitar 400 kilometer, sekaligus memperkuat sistem peringatan dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Jawa Tengah.
Radar Cuaca S-Band merupakan sistem penginderaan jarak jauh yang dapat mendeteksi awan hujan, intensitas curah hujan, arah pergerakan awan, hingga potensi cuaca ekstrem yang berisiko memicu banjir, angin kencang, maupun gelombang tinggi.
Selain mendukung mitigasi bencana, keberadaan radar tersebut juga diharapkan memberikan manfaat bagi sektor transportasi, pertanian, kelautan dan perikanan, penerbangan, hingga pelayanan informasi cuaca untuk masyarakat.
Kepala BMKG, Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, mengatakan pembangunan Radar Cuaca S-Band di Cilacap merupakan bagian dari penguatan jaringan observasi cuaca nasional. Hingga saat ini, BMKG telah membangun radar cuaca di 45 lokasi strategis di Indonesia.
“Cilacap menjadi salah satu lokasi prioritas pemasangan Radar Cuaca S-Band karena memiliki posisi strategis di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia,” ujarnya.
Menurut Teuku Faisal, wilayah selatan Pulau Jawa memiliki karakteristik cuaca yang kompleks dengan aktivitas kelautan dan perikanan yang tinggi sehingga membutuhkan informasi cuaca yang cepat dan akurat.
Ia menjelaskan, radar di Cilacap memiliki jangkauan pemantauan hingga sekitar 400 kilometer dan akan memperkuat layanan meteorologi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
“Selain di Cilacap, kita membangun juga S-Band Radar dengan jangkauan hingga 400 kilometer, yaitu di Natuna, di Tanjung Pinang, kemudian di Saumlaki, lalu di Cilacap sudah diresmikan, dan satu lagi di Tangerang. Tapi nanti ke depannya akan bertambah lagi disesuaikan juga dengan Renstra yang ada di BMKG untuk penambahan radar cuaca itu,” ungkapnya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengapresiasi kehadiran Radar Cuaca S-Band yang dinilai memiliki spesifikasi tinggi dan akan memperkuat mitigasi bencana di wilayah pesisir.
“Menurut kami dari jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap sangat mengapresiasi kehadiran radar cuaca tipe S-Band ini, tipe yang tertinggi, tercanggih. Kami berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Cilacap dan pemerintah pusat dapat terus terjalin dan dengan hadirnya radar cuaca ini bisa memitigasi lebih dini potensi bencana hidrometeorologi basah,” katanya.
Ammy berharap keberadaan radar tersebut juga menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan transportasi udara dan laut di Kabupaten Cilacap.
“Saya berharap apabila pemerintah pusat mengetahui bahwa di Cilacap sudah ada radar cuaca yang speknya cukup tinggi, bisa kembali mengupayakan pembukaan penerbangan ke Kabupaten Cilacap dan juga Pelabuhan Tanjung Intan menjadi pelabuhan internasional terbuka untuk umum. Karena dengan adanya radar ini juga dapat menunjang sarana transportasi udara dan laut,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti yang diwakili Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, David Ishaq Aryadi, berharap Radar Cuaca S-Band mampu meningkatkan kualitas layanan informasi cuaca di wilayah selatan Jawa Tengah.
“Semoga radar cuaca Cilacap mampu meningkatkan kualitas layanan informasi cuaca di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan sekitarnya. Semoga sistem peringatan dini semakin cepat sehingga mampu meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian akibat cuaca ekstrem. Semoga sektor perikanan, pelayaran, penerbangan, pertanian, dan industri memperoleh manfaat nyata dari informasi cuaca yang semakin akurat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, BMKG juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi V DPR RI, Pemerintah Kabupaten Cilacap, Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Radar Cuaca S-Band.
BMKG mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas tersebut agar dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang dalam mendukung keselamatan masyarakat serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.