
SERAYUNEWS – Bolehkah minum kopi saat sahur selama Ramadhan? Minum kopi saat sahur menjadi kebiasaan banyak orang, terutama bagi mereka yang terbiasa mengawali hari dengan secangkir kopi.
Alasannya beragam, mulai dari membantu tubuh terasa lebih segar hingga menjaga fokus selama menjalani aktivitas di siang hari saat berpuasa.
Namun, muncul pertanyaan: apakah minum kopi saat sahur benar-benar aman, atau justru berisiko membuat cepat haus dan mengganggu kesehatan?
Berikut ulasan lengkap berdasarkan penjelasan medis dan sejumlah temuan ilmiah.
Efek Kafein pada Tubuh Saat Sahur
Kopi mengandung kafein, yaitu zat stimulan yang bekerja pada sistem saraf pusat. Kafein membantu menghambat kerja adenosin, senyawa kimia di otak yang memicu rasa kantuk.
Ketika adenosin ditekan, kadar dopamin dan neurotransmiter lain meningkat sehingga tubuh terasa lebih segar, fokus, dan berenergi.
Tak heran jika banyak orang memilih minum kopi saat sahur agar tidak mudah mengantuk saat bekerja atau beraktivitas di siang hari.
Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa minuman berkafein dapat meningkatkan konsentrasi, kecepatan respons, hingga performa fisik dalam kondisi tertentu.
Meski demikian, efek ini bisa berbeda pada setiap individu. Ada yang merasa terbantu dan tetap nyaman, tetapi ada pula yang mengalami jantung berdebar, gelisah, atau gangguan lambung setelah mengonsumsi kopi, terutama saat perut masih kosong.
Benarkah Kopi Membuat Cepat Haus?
Salah satu kekhawatiran terbesar terkait minum kopi saat sahur adalah efek diuretiknya. Kafein memang memiliki sifat diuretik ringan, yaitu meningkatkan produksi urine sehingga frekuensi buang air kecil bertambah.
Kondisi ini kemudian dikaitkan dengan risiko dehidrasi dan rasa haus lebih cepat saat puasa.
Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat tidak serta-merta menyebabkan dehidrasi.
Pada peminum kopi rutin, tubuh cenderung sudah beradaptasi terhadap efek diuretik tersebut. Artinya, selama dikonsumsi dalam batas wajar, kopi tidak otomatis membuat tubuh kekurangan cairan.
Yang perlu diperhatikan adalah dosisnya. Efek diuretik biasanya lebih signifikan jika kafein dikonsumsi dalam jumlah tinggi, misalnya lebih dari 500 mg per hari atau setara sekitar lima cangkir kopi seduh.
Jika diminum berlebihan saat sahur tanpa diimbangi asupan cairan yang cukup, risiko haus di siang hari tentu bisa meningkat.
Selain itu, kondisi puasa berbeda dengan hari biasa karena tubuh tidak mendapat asupan cairan sepanjang hari.
Jika aktivitas fisik cukup berat atau cuaca panas, maka potensi dehidrasi bisa lebih besar.
Lebih Baik Minum Kopi Saat Sahur atau Berbuka?
Secara umum, kopi boleh dikonsumsi saat sahur maupun setelah berbuka, selama dalam jumlah wajar dan sesuai kondisi tubuh.
Beberapa ahli gizi klinis menyarankan agar kopi tidak diminum saat perut kosong untuk mengurangi risiko iritasi lambung.
Bagi penderita maag atau GERD, konsumsi kopi saat sahur perlu lebih berhati-hati karena dapat merangsang produksi asam lambung.
Gejala seperti nyeri ulu hati, mual, atau sensasi terbakar di dada bisa muncul jika lambung sensitif terhadap kafein.
Sebagian pakar juga menyarankan waktu yang lebih aman untuk minum kopi adalah setelah berbuka, ketika lambung sudah terisi makanan.
Dengan begitu, risiko gangguan lambung dan efek haus berlebihan dapat diminimalkan.
Itu dia informasi tentang baik atau tidak minum kopi saat sahur. Semoga bermanfaat.***








