
SERAYUNEWS- Persaingan menuju gelar juara BRI Super League 2025/26 semakin menegangkan memasuki pekan ke-31. Borneo FC Samarinda kini berada dalam posisi krusial saat bersiap menjamu Persita Tangerang di Stadion Segiri Samarinda, Selasa (5/5/2026) nanti malam.
Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa bagi Pesut Etam. Di tengah ketatnya perebutan gelar bersama Persib Bandung dan Persija Jakarta, tiga poin menjadi harga mati demi menjaga peluang juara tetap hidup hingga akhir musim.
Atmosfer optimisme pun menyelimuti skuad Borneo FC jelang pertandingan. Tim asuhan Fabio Lefundes datang dengan modal persiapan matang serta motivasi tinggi untuk mempertahankan momentum kemenangan di kandang sendiri.
Saat ini Borneo FC berada di posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 69 poin, hanya terpaut tiga angka dari Persib Bandung di puncak klasemen. Dengan empat pertandingan tersisa, setiap hasil pertandingan kini memiliki dampak besar terhadap perebutan trofi musim ini.
Bek asing Borneo FC, Christophe Nduwarugira, menilai timnya berada dalam kondisi terbaik menjelang duel menghadapi Persita Tangerang. Menurut pemain asal Burundi tersebut, jadwal yang lebih longgar memberikan keuntungan besar bagi tim untuk mempersiapkan strategi secara maksimal.
Ia mengatakan Borneo FC akhirnya memiliki cukup waktu untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki detail permainan setelah melewati jadwal kompetisi yang padat pada pekan-pekan sebelumnya.
“Persiapan kami sangat bagus. Kali ini kami punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan tim. Kami sangat fokus untuk pertandingan,” ujar Christophe dalam keterangannya di laman resmi I-League.
Situasi tersebut menjadi modal penting bagi Borneo FC yang tengah memasuki fase paling menentukan musim ini. Tidak hanya fisik pemain yang lebih siap, namun juga aspek taktik dan mental bertanding.
Christophe menegaskan bahwa tekanan dalam perebutan gelar justru menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain. Ia memastikan ruang ganti tim tetap penuh semangat dan tidak terbebani dengan ekspektasi besar dari publik Samarinda.
“Kami tidak merasa tertekan sama sekali. Justru kami termotivasi karena masih bersaing untuk target juara. Ini menunjukkan kami berada di jalur yang benar,” katanya.
Menariknya, Christophe juga menyoroti meningkatnya kualitas kompetisi sepak bola Indonesia musim ini. Menurutnya, ketatnya persaingan hingga penghujung musim menjadi bukti bahwa level BRI Super League mengalami perkembangan signifikan.
Ia membandingkan kondisi musim ini dengan beberapa musim sebelumnya, ketika gelar juara biasanya sudah hampir dipastikan sebelum kompetisi berakhir.
“Kalau dibandingkan beberapa musim lalu, biasanya di fase ini kita sudah tahu siapa juaranya. Tapi sekarang tidak. Artinya level kompetisi Indonesia meningkat,” ujar bek berusia 31 tahun itu.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana kompetisi musim ini berlangsung lebih kompetitif. Tidak hanya persaingan juara yang ketat, tetapi perebutan posisi papan tengah hingga zona bawah klasemen juga berlangsung sengit.
Dengan selisih poin yang tipis di papan atas, setiap pertandingan kini menjadi penentu arah perebutan gelar juara.
Di tengah tekanan besar menuju akhir musim, pelatih Borneo FC Fabio Lefundes memilih tetap tenang. Pelatih asal Brasil itu tidak ingin melakukan perubahan drastis terhadap gaya bermain maupun strategi tim.
Baginya, konsistensi adalah faktor utama yang membawa Borneo FC tetap bersaing di jalur juara hingga pekan ke-31.
“Kami telah menjalani persiapan yang tenang untuk pertandingan ini. Kami punya waktu yang cukup untuk menganalisis lawan dan mengidentifikasi kebutuhan tim. Kami tetap fokus sejak awal kompetisi hingga saat ini,” ujar Fabio Lefundes.
Mantan pelatih Madura United tersebut menegaskan bahwa timnya sudah melewati 30 pekan dengan pendekatan yang sama. Karena itu, ia merasa tidak ada alasan untuk mengubah formula yang telah berjalan baik sepanjang musim.
“Kita sudah melakukan ini selama 30 pekan. Ini bukan hal baru, jadi tidak perlu mengubah apa pun. Masih ada empat pertandingan lagi, dan sejak awal saya bilang kita punya sembilan final,” katanya.
Filosofi “satu pertandingan demi satu pertandingan” terus menjadi pegangan utama Borneo FC dalam menjaga fokus hingga akhir musim.
Fabio Lefundes menyadari tekanan menuju gelar juara akan semakin besar. Namun ia meminta para pemain untuk tetap fokus dan tidak terpengaruh situasi di luar lapangan.
Menurutnya, konsentrasi penuh selama 90 menit menjadi kunci untuk mengamankan hasil maksimal di sisa musim ini.
“Kalau ada masalah kecil, lupakan semuanya saat masuk lapangan. Ada target besar yang harus dicapai,” tegasnya.
Pelatih berusia 53 tahun itu juga menyoroti ketatnya persaingan juara musim ini. Ia menyebut belum ada tim yang benar-benar aman untuk mengangkat trofi.
“Musim lalu juara sudah mengunci gelar di sekitar 65 poin. Sekarang kami dan tim lain sudah di angka 69 dan masih ada 12 poin tersisa. Belum ada yang pasti,” ucap Fabio.
Situasi tersebut membuat seluruh pertandingan tersisa terasa seperti partai final bagi Borneo FC.
Bermain di Stadion Segiri Samarinda menjadi keuntungan besar yang ingin dimanfaatkan maksimal oleh Pesut Etam. Dukungan ribuan suporter diyakini mampu meningkatkan motivasi pemain di lapangan.
Atmosfer kandang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Borneo FC dalam menjaga konsistensi performa musim ini.
Christophe Nduwarugira memastikan seluruh pemain siap memberikan segalanya demi mempertahankan tiga poin tetap berada di Samarinda.
“Kami akan memberikan segalanya untuk menang dan menjaga tiga poin tetap di kandang,” pungkasnya.