Rabu, 5 Oktober 2022

BPOM dan PPJAI Perkuat Sinergitas Penta Heliks di Markas Kopassus Cilacap

Para Peserta Sinergitas Penta Heliks dan latihan terpusat PPJAI saat mengikuti apel bersama dan mengikuti arahan dari personel TNI di Markas Kopassus Cilacap, Kamis (22/9/2022). (Foto : Ulul Azmi)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Loka POM Banyumas bersama Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) mengelar Sinergitas Penta Heliks. Acara berlangsung di Markas Kopassus Cilacap. Kegiatan yang berlangsung dua hari ini punya beragam kegiatan mulai dari dialog jamu nusantara, bakti sosial, outbound, dan diklat bela negara.


Cilacap, serayunews.com

BPOM Loka POM Banyumas dan PPJAI yang menginisiasi Sinergitas Penta Heliks. Kegiatani ini mulai tanggal 22-23 September 2022, tepusat di Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Cilacap. Ada 180 peserta dari 4 Kabupaten yakni Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Mereka yang menjadi peserta mulai dari perwakilan Dinas Kesehatan, Pelaku Usaha Jamu Tradisional, Perguruan Tinggi/Kampus Farmasi, STIKES, Sekolah Menegah Farmasi, Ikatan Apoteker Indonesia, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia, dan sejumlah peserta lain.

“Penta Heliks ini kan ada lima unsur seperti kami (BPOM, Red), Dinas Kesehatan, kemudian PPJAI mewakili pelaku usaha, kemudian nanti dari akademisi termasuk dari tokoh masyarakat, dan akan kami undang Ibu Tetty selaku anggota Komisi IV DPR RI, dan yang terakhir adalah media,” ujar Kepala Loka POM Banyumas Suliyanto dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).

Peserta Sinergitas Penta Heliks pengembangan herbal nusantara, saat mengukuti outbound di Markas Kopassus Cilacap, Rabu (22/9/2022). (Ulul Azmi)

Menurutnya, dari unsur Penta Heliks tersebut untuk duduk berasama berdialog mengenai pengembangan jamu herbal di Banyumas Raya termasuk di Cilacap. Harapannya dengan pertemuan tersebut akan saling mendukung dan bersinergi, untuk mendorong jamu Cilacap yang aman, legal dan tidak mengandung bahan kimia obat (BKO).

Bela Negara

Ketua PPJAI Mukit Hendrayatno mengatakan, Sinergitas Penta Heliks dengan melibatkan stakeholder yang berlangsung di Markas Kopassus sebagai tempat bersejarah untuk pembaretan para prajurit sejak dahulu. Pemilihan tempat tersebut karena berkeinginan jamu sebagai alat bela negara.

“Kita mengambil tempat di sini karena kita ingin menjadikan jamu sebagai alat bela negara, kenapa bisa begitu? Karena kami selaku pelaku usaha bahwa jamu ini adalah aset kreatif bangsa yang harus kita dayakembangkan menjadi satu kegiatan yang bernilai ekonomi, pada akhirnya membuat masyarakat berdaya, kenyang, menjadi sumber penghasilan yang sehat, mendidik anak-anak mereka, tentunya bisa menjadi pertahanan semesta yang kuat juga,” ujarnya.

Ketua PPJAI Mukit Hendrayatno (dua kiri), Kepala Loka POM Banyumas Suliyanto (tiga kiri), Kepala Dinkes Cilacap Pramesti Griana Dewi (tiga kanan) dan Kepala Dinkes Banjarnegara Latifa Hesti Purwaningtya (dua kanan) usai memberikan keterangan tentang Sinergitas Penta Heliks pengembangan herbal nusantara di Markas Kopassus Cilacap, Rabu (22/9/2022). (Ulul Azmi)

Selain itu, pihaknya sebagai pelaku pelaku usaha benar-benar ingin tumbuh berkembang, menjadi industri kreatif menjadikan basis kreativitas yang kuat.

“Kemudian komplit terhadap peraturan perudang-undangan, komplet terhadap cara pembuatan yang baik, dan mendukung kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi mengatakan bahwa Pemkab Cilacap terus mendorong dan memberikan pendampingan terhadap produksi jamu yang aman. Pihaknya juga bersinergi dengan berbagai pihak dalam mendorong pengembangannya.

“Kita berupaya mendorong membuat jamu yang sesuai dengan kaidah, kita sudah banyak berkembang. Perlu penguatan registrasi keamanannya termasuk cara pembuatannya yang aman karena nanti ada pelatihan CPOTB (cara produksi obat tradisional yang baik) nanti kita bersinergi untuk mengasilkan program yang baik,” ujarnya.

Banjarnegara Banyak Belajar

Sementara di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara Latifa Hesti Purwaningtyas memberikan pandangannya. Dia mengatakan, dengan kegiatan tersebut pihaknya bisa belajar banyak tentang perkembangan jamu herbal. Sehingga wilayah Kabupaten Banjarnegara bisa mengaplikasikannya.

“Di Kabupaten kami belum ada pengusaha jamu atau obat herbal, sepertinya kita bisa belajar, mungkin jika nanti ada pengusaha di tempat kami bisa memberikan informasi cara pembuatan yang baik,” ujarnya.

Kegiatan Sinergi Penta Heliks selama dua hari ini ada berbagai kegiatan seperti outbound, dan bakti sosial di Lapas Nusakambangan. Selain itu, pada kegiatan inti ada dialog pengembangan herbal nusantara melalui perkuatan sinergitas penta heliks, pelatihan cara produksi obat tradisional yang baik (CPOTB) bertahap dan diklat bela negara dengan melibatkan prajurit TNI.

Selain itu, pada kegaian tersebut, para peserta nantinya akan mendapatkan dua sertifikat yakni sertifkat CPOTB dan sertfikat bela negara.

Berita Terpopuler

Berita Terkini