
SERAYUNEWS-Petaka bagi Maroko. Berstatus sebagai tuan rumah, mereka gagal juara Piala Afrika 2025. Padahal, trofi itu sudah di depan mata karena mereka mendapatkan penalti di menit akhir babak kedua. Tapi ternyata, situasi berbalik dan Senegal yang menjadi juara.
Di pertandingan yang dimulai pada Senin (19/1/2026) jelang Subuh WIB, Maroko sebenarnya sudah berada di depan mata untuk jadi juara. Di menit 90+24, Brahim Diaz mengekesekusi penalti bagi Maroko. Sayangnya, tendangannya bisa diantisipasi kiper Senegal Edouard Mendy.
Sejarah di depan mata sirna begitu saja. Diaz, padahal adalah pencetak gol terbanyak Piala Afrika kali ini dengan lima gol. Tapi di final, justru kegagalan menimpanya.
Karena waktu normal berakhir imbang 0-0, pertandingan final itu harus dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2×15 menit. Petaka bagi Maroko, Senegal malah mampu membuat gol melalui Pepe Gueye di menit 94.
Satu gol itu sudah cukup membawa Sadio Mane dkk menjadi juara di tanah Maroko. Ini adalah gelar kedua Senegal dalam sejarah Piala Afrika. Gelar pertama terjadi pada 2021 saat mereka mengalahkan Mesir di final.
Sementara, Maroko harus menangis dengan cerita ini. Mereka sebenarnya sangat berhasrat menjadi juara. Apalagi kejuaraan ini berlangsung di kandang sendiri. Maroko ingin menahbiskan menjadi yang terbaik di Afrika karena mereka adalah tim Afrika paling cemerlang dalam sejarah Piala Dunia dengan capaian semifinal di 2022.
Maroko juga ingin menambah trofi Piala Afrika yang baru sekali mereka dapatkan di tahun 70-an. Tapi semua lenyap di depan mata. Senegal yang jadi juara.