
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui penetapan 20 Ketua Tim Pembina Posyandu sekaligus Bunda Literasi tingkat kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran Posyandu dan literasi sebagai dua pilar utama pembangunan keluarga.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Banjarnegara sekaligus Bunda Literasi, Ny. Sahida Andinasari Wakhid, di Sasana Bhakti Praja, Jumat (23/1/2026).
Sebanyak 20 orang Ketua Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan ditetapkan langsung sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu dan Bunda Literasi di wilayah masing-masing.
Penetapan ini bertujuan menyinergikan program kesehatan dan literasi dalam satu gerakan terpadu di tingkat kecamatan.
Pelantikan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan dasar sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak lingkup keluarga.
Ny. Sahida menegaskan, Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga menjalankan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Posyandu tidak hanya menangani kesehatan, tetapi juga menjalankan enam bidang Standar Pelayanan Minimal, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Ini membutuhkan kerja bersama lintas sektor,” kata Ny. Sahida.
Menurutnya, peran Posyandu semakin strategis dalam menjangkau langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Ny. Sahida menilai, integrasi Posyandu dengan gerakan literasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Literasi, menurutnya, merupakan fondasi utama dalam pembangunan manusia. Ketika Posyandu dan literasi berjalan beriringan, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Terkait kondisi literasi, Ny. Sahida menyebut berdasarkan survei Perpustakaan Nasional RI tahun 2025, Tingkat Kegemaran Membaca Kabupaten Banjarnegara berada di angka 61,38 dan masuk kategori sedang.
“Angka ini menunjukkan potensi besar yang harus terus didorong melalui peran Bunda Literasi hingga tingkat kecamatan,” katanya.
Ia berharap para Bunda Literasi mampu menjadi motor penggerak budaya baca di lingkungan masing-masing.
Salah satu Ketua Posyandu Kecamatan di Banjarnegara, Dwi Hastin Sapto Aji, menyambut baik penetapan tersebut.
Ia menilai peran Bunda Literasi dan Posyandu sangat strategis dalam membangun budaya baca sejak keluarga.
“Saya melihat literasi tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah. Keluarga dan lingkungan masyarakat punya peran yang sama pentingnya. Ini adalah amanah untuk menghadirkan kegiatan literasi yang lebih dekat dan membumi,” katanya.
Menurutnya, Posyandu dapat menjadi ruang efektif untuk menanamkan kebiasaan membaca karena memiliki kedekatan langsung dengan ibu dan anak.
Dwi Hastin menambahkan, aktivitas literasi sederhana seperti membaca bersama atau menghadirkan pojok baca di Posyandu dapat memberi dampak jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.
Posyandu yang rutin dikunjungi warga dinilai menjadi sarana ideal untuk menyisipkan edukasi literasi secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan layanan kesehatan.