SERAYUNEWS – Buntut kesulitan menukar uang baru, media sosial ramai oleh aksi warganet yang mencuci uang rupiah lusuh agar menjadi baru.
Pasalnya, menjelang Lebaran, banyak yang ingin membagi Tunjangan Hari Raya atau THR kepada sanak saudara.
Akibatnya, beberapa orang mencari alternatif kreatif untuk membuat uang lama tampak seperti baru kembali.
Salah satu metode yang belakangan viral adalah mencuci dan menyetrika uang kertas. Namun, apakah cara ini aman dan boleh? Yuk, simak artikel ini sampai akhir.
Baru-baru ini, media sosial ramai dengan video yang menampilkan seseorang mencuci uang kertas pecahan Rp2.000 menggunakan sabun cuci piring.
Setelah itu, uang tersebut kemudian dia setrika dengan tujuan mengembalikan penampilan segarnya.
Video berjudul “Tips ubah uang buluk jadi bagus” ini sontak menarik perhatian netizen dan memicu berbagai komentar serta pertanyaan mengenai keamanan metode tersebut.
Menanggapi fenomena ini, Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk merawat uang Rupiah dengan baik dan menghindari tindakan yang dapat merusaknya.
BI memperkenalkan metode 5 Jangan sebagai panduan perawatan uang kertas.
1. Jangan Dilipat: Melipat uang kertas dapat menyebabkan garis lipatan permanen yang merusak struktur uang.
2. Jangan Dicoret: Mencoret atau menulis pada uang kertas dapat mengurangi keaslian dan nilai estetika uang.
3. Jangan Distapler: Menjepret uang dengan stapler dapat membuat lubang yang merusak integritas fisik uang.
4. Jangan Diremas: Meremas uang kertas dapat menyebabkan kerutan dan mempercepat kerusakan material.
5. Jangan Dibasahi: Membasahi uang, termasuk mencucinya, dapat merusak bahan dan tinta, sehingga mengurangi masa edar uang tersebut.
Banyak orang tidak tahu bahwa uang rupiah memiliki bahan khusus yang mengandung fitur keamanan, seperti tinta khusus, benang pengaman, dan watermark.
Jika Anda mencuci uang dengan sabun atau deterjen, bisa saja bahan-bahan kimia tersebut merusak elemen-elemen keamanan ini.
Selain itu, panas dari setrika juga bisa membuat uang kehilangan bentuk aslinya, terutama jika dengan suhu tinggi.
Alih-alih tampak baru, uang malah bisa jadi lebih cepat rusak dan tidak layak edar.
Jika Anda memiliki uang kertas yang sudah lusuh atau tidak layak edar, langkah terbaik adalah menukarkannya melalui layanan resmi Bank Indonesia atau perbankan lain.
BI secara rutin membuka layanan penukaran uang baru, terutama menjelang hari-hari besar seperti Lebaran.
Dengan memanfaatkan layanan resmi ini, Anda dapat memperoleh uang baru tanpa risiko merusak uang lama.
Kesimpulan
Meskipun ada keinginan untuk memiliki uang dengan tampilan baru, metode mencuci dan menyetrika uang kertas bukanlah solusi yang tepat dan justru berisiko merusak uang tersebut.
Sebaiknya, manfaatkan layanan penukaran uang resmi dari Bank Indonesia atau perbankan lainnya.
Dengan demikian, Anda tidak hanya mendapatkan uang baru dengan aman, tetapi juga turut serta dalam menjaga simbol kedaulatan negara kita, rupiah.***