
SERAYUNEWS – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD Tahun 2026, dan digelar di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Jumat (2/1/2026) sore.
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penguatan struktur organisasi perangkat daerah guna meningkatkan kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.
Enam pejabat yang dilantik terdiri atas lima pejabat hasil Seleksi Terbuka dan Kompetitif Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, serta satu pejabat melalui mekanisme perpindahan jabatan.
Adapun pejabat yang dilantik, yaitu:
Dalam sambutannya, Bupati Fahmi menegaskan bahwa tantangan pembangunan Kabupaten Purbalingga ke depan masih besar dan membutuhkan kinerja yang lebih efektif, optimal, serta berorientasi pada hasil dari seluruh pimpinan OPD.
“PR kita masih banyak, masih diperlukan berbagai perbaikan dan optimalisasi kerja agar ke depan lebih efektif,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa seluruh aktivitas pemerintahan harus berfokus pada pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik, dengan tetap menjunjung tinggi integritas serta memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah.
“Objektifnya jelas, yaitu memajukan Kabupaten Purbalingga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Bupati Fahmi menambahkan bahwa profesionalisme, performa kerja, dan prinsip meritokrasi akan menjadi dasar utama penilaian aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Purbalingga.
Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Selain itu, ia memastikan pengisian jabatan struktural yang masih kosong akan segera dilakukan agar seluruh SKPD dapat berjalan optimal.
“Orang-orang yang mampu menunjukkan kinerja terbaik akan kita tempatkan pada posisi terbaik,” tegasnya.
Ia berharap, melalui penataan jabatan dan peningkatan kinerja aparatur, pembangunan Kabupaten Purbalingga dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.