
SERAYUNEWS – Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menyampaikan permohonan maaf kepada insan kesehatan atas ditundanya pembangunan gedung kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Cilacap.
Permohonan maaf tersebut disampaikan langsung saat apel pagi di Aula Kantor Dinkes PPKB, Senin (19/1/2026).
Syamsul menjelaskan, penundaan pembangunan gedung Dinkes PPKB merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang berimbas signifikan terhadap keuangan daerah.
Salah satu penyebab utama adalah pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencapai Rp393 miliar.
“Dengan kondisi ini, kami harus melakukan penyesuaian pada program pembangunan tahun 2026. Kami mohon maaf, tahun 2026 ini banyak keprihatinan. Anggaran makan minum rapat ditiadakan, dan pembangunan gedung Dinkes belum bisa dilaksanakan,” ujar Syamsul dalam sambutannya.
Meski ditunda, Syamsul menegaskan rencana pembangunan gedung Dinkes PPKB tidak dibatalkan. Pemerintah Kabupaten Cilacap telah menyiapkan lokasi pembangunan di kompleks Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Sementara itu, Gedung Graha Pemuda yang sebelumnya direncanakan sebagai lokasi sementara kini akan difungsikan sebagai Gedung Kesenian.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan seluruh jajaran pegawai Dinkes PPKB agar tetap meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Ia menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi untuk menjaga mutu layanan kesehatan masyarakat.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menurunkan semangat pelayanan. Justru di situ kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes PPKB Cilacap Hasanuddin mengatakan bahwa pada tahun 2026 pihaknya tetap memprioritaskan pembangunan fasilitas layanan kesehatan dasar, khususnya puskesmas.
Sebelumnya, Dinkes PPKB mengalokasikan anggaran sebesar Rp8 miliar untuk pembangunan dua puskesmas, yakni Puskesmas Binangun dan Puskesmas Dayeuhluhur.
“Namun setelah kami laporkan kepada Pak Bupati dan melalui berbagai pertimbangan, pembangunan difokuskan terlebih dahulu di Puskesmas Binangun. Kebutuhan anggarannya sekitar Rp10 miliar, sedangkan Puskesmas Dayeuhluhur butuh lebih besar sekitar Rp14 miliar, jadi kita arahkan ke sana dulu,” ujar Hasanuddin.
Diketahui, gedung Dinkes PPKB yang saat ini berada di kawasan strategis, tepat di samping RSUD Cilacap, direncanakan akan dialihfungsikan untuk mendukung pengembangan rumah sakit daerah tersebut.
Pemerintah daerah berharap, melalui penataan ulang dan penyesuaian prioritas pembangunan, pelayanan kesehatan di Kabupaten Cilacap tetap berjalan optimal meskipun di tengah keterbatasan fiskal.