
SERAYUNEWS – Perayaan Tahun Baru China atau Imlek memang telah lewat. Namun, suasana semaraknya belum benar-benar usai. Lantas, Cap Go Meh 2026 merayakan apa?
Pasalnya, dalam tradisi masyarakat Tionghoa, rangkaian perayaan Imlek berlangsung selama 15 hari dan ditutup dengan momen yang dikenal sebagai Cap Go Meh.
Lalu, Cap Go Meh 2026 merayakan apa sebenarnya? Apakah tanggal tersebut termasuk hari libur nasional? Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda.
Secara harfiah, istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien. Dalam jurnal Satwika berjudul “Nilai-Nilai Tradisi Budaya Cap Go Meh pada Masyarakat Cina Benteng di Tangerang sebagai Sumber Pembelajaran di Sekolah” karya Ivan Sanjaya dkk, dijelaskan bahwa cap berarti sepuluh, go berarti lima, dan meh bermakna malam. Artinya, Cap Go Meh adalah malam ke-15 setelah Imlek.
Malam kelima belas ini menjadi penutup rangkaian perayaan Tahun Baru China.
Dalam tradisi Tionghoa, momen tersebut identik dengan Festival Lampion atau Lantern Festival.
Dilansir dari National Geographic, perayaan ini bertujuan menyambut bulan purnama pertama setelah pergantian tahun dan telah ada sejak masa Dinasti Han di Tiongkok.
Secara makna, Cap Go Meh bukan sekadar pesta. Ia menjadi simbol harapan, keberuntungan, serta doa untuk kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.
Untuk mengetahui tanggal Cap Go Meh, Anda perlu melihat terlebih dahulu kapan Imlek dirayakan.
Berdasarkan informasi dari China Highlight, Tahun Baru China 2026 yang menandai Tahun Kuda Api jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Karena Cap Go Meh diperingati tepat 15 hari setelah Imlek, maka Cap Go Meh 2026 bertepatan pada Selasa, 3 Maret 2026.
Tanggal tersebut menjadi puncak perayaan sekaligus momen refleksi bagi masyarakat Tionghoa setelah dua pekan merayakan Tahun Baru Imlek bersama keluarga dan kerabat.
Di Indonesia, Cap Go Meh memiliki kekhasan tersendiri karena adanya akulturasi budaya lokal.
Salah satu tradisi paling populer adalah menyantap lontong Cap Go Meh.
Hidangan ini merupakan perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa.
Biasanya disajikan dengan opor ayam, sambal goreng ati, telur pindang, dan pelengkap lainnya.
Masyarakat percaya, sajian tersebut melambangkan kemakmuran dan keberuntungan.
Selain itu, perayaan Cap Go Meh juga identik dengan lampion merah yang dinyalakan pada malam hari.
Warna merah dipercaya sebagai simbol keberuntungan dan pengusir energi negatif.
Tidak ketinggalan, pertunjukan barongsai yang atraktif turut memeriahkan suasana.
Di sejumlah kota seperti Singkawang, Pontianak, dan Jakarta, Cap Go Meh bahkan dirayakan secara besar-besaran dengan festival budaya yang menarik perhatian wisatawan.
Pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah Cap Go Meh termasuk hari libur nasional?
Jawabannya, tidak.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, pemerintah hanya menetapkan dua hari libur untuk Imlek.
Rinciannya sebagai berikut:
Dalam daftar tersebut, tidak tercantum Cap Go Meh sebagai hari libur nasional maupun cuti bersama. Artinya, pada Selasa, 3 Maret 2026, aktivitas kerja dan sekolah tetap berjalan seperti biasa.
Meski demikian, bagi sebagian komunitas Tionghoa, perayaan Cap Go Meh tetap dirayakan secara meriah di lingkungan keluarga maupun komunitas.
Agar Anda tidak bingung mengatur jadwal, berikut daftar hari libur yang ada di bulan Maret 2026:
Dari daftar tersebut, terlihat bahwa Maret 2026 justru didominasi libur keagamaan lain, bukan Cap Go Meh.***