
SERAYUNEWS – Pertamina Patra Niaga RU Cilacap terus melakukan inovasi dan improvement guna meningkatkan keandalan operasi serta menjaga keberlanjutan produksi kilang. Salah satunya diwujudkan melalui modifikasi Expansion Joint Carbon Monoxide (CO) Boiler pada unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex.
Sebagai salah satu unit pendukung utama dalam proses regenerasi katalis di RFCC, CO Boiler 101-F-503 memiliki peran strategis memanfaatkan energi panas hasil pembakaran gas karbon monoksida menjadi energi uap (steam) untuk menunjang berbagai kebutuhan operasional kilang.
Section Head RFCC RU Cilacap, Priyambodo Purwo Handoyo, menjelaskan program ini sebagai mitigasi sekaligus peningkatan keandalan fasilitas untuk mengatasi potensi gangguan pada sistem expansion joint CO Boiler.
“Tim RFCC Complex bersama fungsi terkait melakukan improvisasi melalui pendekatan rekayasa yang fokus pada eliminasi akar penyebab kerusakan. Langkah ini merupakan upaya berkelanjutan menjaga keandalan peralatan kritikal pendukung operasional,” ujar Priyambodo.
Rekayasa ini mencakup sejumlah modifikasi pada sistem expansion joint. Implementasi ini berhasil menghilangkan jalur penetrasi flue gas bersuhu tinggi menuju area expansion joint, mengurangi potensi hotspot, meningkatkan kekakuan struktur penahan (retaining plate), serta memperpanjang umur pakai komponen.
Selain itu, modifikasi juga meningkatkan kemampuan sistem dalam mengakomodasi ekspansi termal selama operasi sehingga risiko sobekan pada fabric expansion joint maupun deformasi mekanis dapat diminimalkan secara signifikan.
Keberhasilan program ini berdampak positif pada keandalan operasi CO Boiler. Hingga saat ini, sistem dapat beroperasi stabil dan aman tanpa indikasi kebocoran. Dengan terjaganya keandalan CO Boiler, kontinuitas produksi steam sebagai utilitas penting dalam operasional kilang juga dapat dipertahankan sesuai kebutuhan proses.

Menurut Priyambodo, keandalan pasokan steam memiliki peran vital mendukung keberlangsungan operasi RFCC Complex. Gangguan pada CO Boiler berpotensi menyebabkan kehilangan produksi steam yang dapat memengaruhi stabilitas operasi unit proses, menurunkan fleksibilitas pengendalian operasi, hingga meningkatkan risiko pembatasan kapasitas produksi.
“Melalui improvement ini, kami tidak hanya meningkatkan keandalan peralatan, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan operasi dan keberlangsungan produksi. Keberhasilan menjaga performa CO Boiler menjadi salah satu faktor penting mendukung operasi RFCC yang aman, andal, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan keberhasilan implementasi ini menunjukkan komitmen perusahaan mengedepankan inovasi & continuous improvement untuk menjaga ketahanan operasional kilang.
“Setiap inovasi merupakan komitmen perusahaan menjaga keandalan aset, meningkatkan efisiensi operasi, serta memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas fungsi mampu menghasilkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan operasional perusahaan,” ungkap Agustiawan.