
PURWOKERTO, SERAYUNEWS— Tidak ada capaian besar yang lahir dari kerja seorang diri. Prinsip tersebut tercermin dalam keberhasilan Universitas Terbuka (UT) Purwokerto yang berhasil mencatat peningkatan capaian target sebesar 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi gambaran nyata dari kolaborasi, kerja cerdas, kerja keras, dan komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa.
Keberhasilan tersebut dirayakan melalui kegiatan Tasyakuran Pencapaian Target UT Purwokerto di Aula UT Purwokerto, Senin (10/8/2026). Mengangkat tema “Serving Better, Growing Together with UT Purwokerto”, kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh rasa syukur, bangga, bahagia, sekaligus menjadi penyemangat untuk menghadapi target yang lebih tinggi.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah memberikan kontribusi terhadap capaian tersebut.
Menurutnya, peningkatan 26 persen merupakan hasil dari proses kerja yang dilakukan secara bersama-sama. Tidak ada satu bagian yang bekerja sendiri. Setiap unsur memiliki peran dan tanggung jawab yang saling mendukung dalam mencapai tujuan organisasi.
“Peningkatan 26 persen ini adalah hasil kerja cerdas dan kerja keras seluruh bagian di UT Purwokerto. Ada manajer, ada staf, ada OCS, dan semuanya mempunyai kontribusi. Karena itu, saya menyampaikan rasa syukur, bangga, dan bahagia atas apa yang sudah kita capai bersama,” ungkap Dr. Prasetyarti.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan organisasi merupakan hasil dari kerja kolektif. Dalam sebuah institusi pendidikan tinggi, berbagai proses berlangsung secara berkesinambungan. Ketika satu bagian menjalankan tugas dengan baik, maka bagian lain akan mendapatkan dukungan untuk menjalankan tugasnya dengan lebih optimal.
Kolaborasi menjadi semakin penting di tengah tuntutan pelayanan pendidikan yang terus berkembang. Mahasiswa membutuhkan layanan yang mudah diakses, responsif, informatif, dan mampu menjawab kebutuhan mereka. Di sisi lain, organisasi juga harus mampu beradaptasi terhadap berbagai perubahan dan tantangan.
Dalam konteks tersebut, capaian 26 persen menjadi bukti bahwa UT Purwokerto mampu menjaga semangat kebersamaan. Kerja cerdas tidak hanya berarti bekerja lebih cepat, tetapi juga mampu menentukan prioritas, menemukan solusi, membangun koordinasi, dan memanfaatkan sumber daya secara efektif.
Sementara kerja keras menjadi fondasi untuk memastikan setiap rencana dapat diwujudkan. Keduanya harus berjalan beriringan. Kerja cerdas tanpa kerja keras tidak akan cukup, sementara kerja keras tanpa strategi yang tepat juga belum tentu menghasilkan capaian maksimal.
Direktur UT Purwokerto menegaskan bahwa keberhasilan tahun ini tidak boleh menjadikan seluruh jajaran merasa cukup. Sebaliknya, peningkatan capaian harus dipandang sebagai tantangan baru.
“Capaian 26 persen ini harus menjadi penyemangat. Kita boleh bangga dan bahagia, tetapi kita tidak boleh berhenti. Justru ini menjadi tantangan untuk Goals 2027. Kita harus punya semangat yang sama, bahkan lebih kuat,” tuturnya.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan tasyakuran. Rasa syukur menjadi titik awal untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilakukan. Rasa bangga menjadi penghargaan terhadap kerja keras seluruh tim. Sementara kebahagiaan menjadi energi positif untuk membangun suasana kerja yang semakin solid.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara simbolis. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa untuk keberlanjutan keberhasilan UT Purwokerto. Tumpeng yang kemudian diserahkan menjadi simbol bahwa keberhasilan bukan milik individu, melainkan sesuatu yang dinikmati dan dirayakan bersama.
Rangkaian “Pohon Harapan Tahun 2027” juga menjadi bagian menarik dari kegiatan. Para peserta menuliskan harapan dan cita-cita yang ingin diwujudkan pada tahun mendatang. Harapan tersebut menjadi gambaran bahwa Goals 2027 bukan sekadar target organisasi, melainkan cita-cita yang membutuhkan komitmen seluruh jajaran.
Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan tema kegiatan, Serving Better, Growing Together. Melayani lebih baik membutuhkan kepedulian. Bertumbuh bersama membutuhkan kolaborasi. Ketika keduanya berjalan bersamaan, organisasi akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan.
UT Purwokerto juga menyadari bahwa setiap pencapaian selalu membawa tanggung jawab baru. Ketika capaian meningkat, ekspektasi terhadap kualitas kerja juga semakin tinggi. Oleh karena itu, evaluasi, inovasi, dan perbaikan berkelanjutan harus terus dilakukan.
Target 2027 menjadi ruang untuk membawa pengalaman tahun 2026 menuju level berikutnya. Berbagai praktik baik yang sudah dilakukan perlu dipertahankan dan dikembangkan. Sementara berbagai kendala yang masih ditemukan perlu dijadikan bahan evaluasi untuk menghasilkan solusi yang lebih efektif.
Dengan semangat tersebut, capaian 26 persen tidak hanya menjadi catatan positif, tetapi juga menjadi modal psikologis bagi seluruh jajaran UT Purwokerto. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa kerja bersama mampu menghasilkan sesuatu yang lebih besar.
Tasyakuran pencapaian target akhirnya bukan sekadar seremoni. Ia menjadi ruang untuk berhenti sejenak, menarik napas, bersyukur atas perjalanan yang telah dilalui, kemudian kembali melangkah dengan energi yang baru.
UT Purwokerto kini menatap 2027 dengan rasa percaya diri yang lebih kuat. Dengan kerja cerdas, kerja keras, kolaborasi, dan semangat melayani, target yang lebih tinggi bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan tantangan yang harus ditaklukkan bersama.
Sebanyak 26 persen adalah capaian hari ini. Goals 2027 adalah tujuan berikutnya. Dan perjalanan menuju ke sana akan selalu lebih kuat jika dilakukan bersama.