
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Nama Dieng hampir selalu melekat dengan Wonosobo. Banyak wisatawan bahkan mengenal kawasan dataran tinggi ini sebagai bagian dari Kabupaten Wonosobo karena akses populer menuju Dieng memang banyak melalui wilayah tersebut.
Namun, ada fakta geografis yang menarik. Dataran Tinggi Dieng bukan hanya berada di Wonosobo. Sebagian besar wilayah Dieng secara administratif justru berada di Kabupaten Banjarnegara, bahkan prosentase secara territorial, 80 persen wilayah Dieng masuk dalam Kabupaten Banjarnegara.
Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana mengatakan, secara territorial, 80 oersen wilayah Dieng berada di Kabupaten Banjarnegara, sementara sebagian lainnya berada di Kabupaten Wonosobo. Kedua wilayah tersebut kemudian menjadi satu kawasan wisata yang secara geografis, ekologis, budaya, dan pariwisata saling terhubung.
Karena itulah, ketika wisatawan menyebut “Dieng”, sebenarnya mereka sedang berbicara tentang sebuah kawasan yang melintasi batas administrasi dua kabupaten.
Di sisi Banjarnegara, kawasan Dieng berada terutama di Kecamatan Batur. Sejumlah destinasi wisata yang selama ini menjadi ikon Dieng berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara.
Kompleks Candi Arjuna, salah satu peninggalan Hindu kuno yang menjadi magnet wisata budaya, bahkan lokasi ini yang nantinya akan menjadi pusat kegiatan prosesi pencukuran rambut gimbal dalam gelaran Dieng Culture Festival.
Selain Candi Arjuna, sda pula Kawah Sikidang, destinasi vulkanik yang dikenal karena aktivitas kawahnya dan menjadi salah satu objek wisata paling ramai dikunjungi di kawasan Dieng.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara Tursiman dalam sebuah kesempatan mengatakan, sesuai dengan data yang ada menunjukkan Kawah Sikidang dan Candi Arjuna tetap menjadi dua magnet utama kunjungan wisatawan. Pada 2025, Kawah Sikidang mencatat kunjungan bulanan tertinggi sebanyak 60.689 wisatawan pada Juli, sementara Candi Arjuna mencapai 39.568 wisatawan pada Desember.
Selain dua destinasi tersebut, sejumlah objek wisata di kawasan Dieng yang berada di wilayah Banjarnegara antara lain, Kawah Sikidang, Kompleks Candi Arjuna, Kawah Sileri, Kawah Candradimuka, Telaga Merdada, Telaga Dringo, Telaga Sewiwi, Sumur Jalatunda, Museum Kailasa, Telaga Balekambang, Sumber Air Panas Bitingan.
Beberapa di antaranya merupakan kawasan alam yang memiliki karakter geologi unik. Telaga Merdada, misalnya, berada di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur. Sementara Telaga Dringo berada di kawasan Dieng pada ketinggian sekitar 2.222 meter di atas permukaan laut.
Kawah Sileri juga menjadi bagian penting dari bentang alam Dieng di Banjarnegara. Sementara Sumur Jalatunda dan Kawah Candradimuka menambah daftar destinasi yang membuat sisi Banjarnegara memiliki keragaman wisata alam dan geologi.
Di sisi lain, Kabupaten Wonosobo juga memiliki sejumlah destinasi yang juga sangat populer dan selama ini identik dengan wisata Dieng.
Berdasarkan dokumen tata ruang Kabupaten Wonosobo, sejumlah daya tarik wisata di kawasan Dieng dan sekitarnya yang berada di Kecamatan Kejajar antara lain Telaga Warna dan Pengilon, Telaga Cebong, Bukit Sikunir, Tuk Bimo Lukar, Dieng Plateau Theater, Gardu Pandang Tieng, Batu Ratapan Angin, serta kawasan pendakian Gunung Prau.
Beberapa destinasi tersebut bahkan menjadi tujuan utama wisatawan ketika berkunjung ke Dieng.
Telaga Warna terkenal dengan panorama telaga yang memiliki perubahan warna dan dikelilingi perbukitan. Tidak jauh dari kawasan tersebut terdapat Telaga Pengilon serta Batu Ratapan Angin yang menawarkan panorama alam dari ketinggian.
Sementara itu, Bukit Sikunir menjadi salah satu lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit. Di kaki kawasan tersebut terdapat Telaga Cebong, yang juga berada di Kecamatan Kejajar, Wonosobo.
Wonosobo juga memiliki Dieng Plateau Theater, Tuk Bimo Lukar, Gardu Pandang Tieng, serta sejumlah destinasi lain yang berada di kawasan Dieng dan sekitarnya.
Menariknya, wisatawan biasanya tidak merasakan kapan mereka meninggalkan Dieng di Banjarnegara dan memasuki wilayah Dieng di Wonosobo. Hamparan pegunungan, lahan pertanian, kabut, udara dingin, serta lanskap vulkanik membentuk satu kesatuan kawasan.
Itulah yang membuat Dieng memiliki daya tarik yang jauh lebih besar dibanding sekadar batas administratif.
Pada 7 Mei 2025, kawasan Dieng resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional Dieng melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 172.K/GL.01/MEM.G/2025. Kawasan geopark tersebut mencakup wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo dengan puluhan situs warisan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya.
Artinya, Dieng semakin jelas dipandang sebagai satu kawasan yang memiliki kekayaan alam dan budaya lintas wilayah administratif.
Jadi, secara administratif, Dieng berada di dua kabupaten: Banjarnegara dan Wonosobo. Namun, jika berbicara mengenai wilayah Dataran Tinggi Dieng, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memiliki sekitar 80 persen kawasan tersebut berada di wilayahnya. Karena itu, keberadaan destinasi seperti Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Telaga Merdada, Telaga Dringo, Sumur Jalatunda, dan Museum Kailasa menjadi bagian penting dari wajah Dieng di Banjarnegara.
Sementara Wonosobo memiliki sejumlah destinasi yang juga sangat populer, seperti Telaga Warna, Telaga Pengilon, Sikunir, Telaga Cebong, Batu Ratapan Angin, Dieng Plateau Theater, dan Tuk Bimo Lukar.
Dengan demikian, Dieng bukan sekadar milik satu kabupaten. Dieng adalah kawasan wisata yang menyatukan Banjarnegara dan Wonosobo dalam satu bentang alam, budaya, dan sejarah.
Bagi wisatawan, perbedaan batas administrasi mungkin tidak terlalu penting. Tetapi bagi masyarakat kedua daerah, fakta tersebut menjadi pengingat bahwa potensi Dieng akan jauh lebih kuat jika dikembangkan bersama.
Sebab, di balik dinginnya udara dan kabut yang turun perlahan, Dieng menyimpan cerita panjang tentang alam, budaya, sejarah, serta kehidupan masyarakat yang berada di dataran tinggi ini.
Berbicara mengenai akses menuju dataran tinggi Dieng, jalur Wonosobo memang masih menjadi andalan, selain kondisi jalan yang cenderung landai, akses juga lebih lebar dan tidak terlalu banyak jalur curam dan terjal. Tak heran jika banyak wisatawan menempuh jalur Kabupaten Wonosobo bila ingin menuju ke Dieng
Meski begitu, wisatawan juga dapat mengakses Dieng melalui jalur Banjarnegara, dimana akses dapat ditempuh melalui wilayah Kecamatan Banjarmangu, Karangkobar, Pejawaran atau Wanayasa, hingga masuk di wilayah Dieng.
Bagi para petualang, jalur Banjarnegara memang banyak menjadi pilihan, selain banyak menemui jalur ekstrem, pelancong juga dapat menikmati pemandangan alam serta keunikan di sepanjang jalan. Hanya saja, butuh kendaraan yang handal dan memadai.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara juga sudah mulai membuka akses jalur wisata Dieng dari jalur Pantura, dimana akses ini dibuka melalui jalur Pemalang, tentu saja ini akan memangkas jarak bagi wisatawan yang datang dari jalur Pantura.