Kamis, 11 Agustus 2022

Cerita Suka Duka Rahmat, Anggota Damkar di Banjarnegara Selama 21 Tahun Mengabdi: Dulu Sering Kena Prank Kebakaran Bohongan

Rahmat, Anggota Damkar di Banjarnegara
Cerita Suka Duka Rahmat, Anggota Damkar di Banjarnegara Selama 21 Tahun Mengabdi: Dulu Sering Kena Prank Kebakaran Bohongan

Menjadi petugas pemadam kebakaran, merupakan satu kebanggaan dan panggilan jiwa. Hal inilah yang membuat petugas pemadam kebakaran Banjarnegara, Rahmat Ikhlas, menjalani profesinya sebagai petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Banjarnegara.


Banjarnegara, serayunews.com

Tak tanggung-tanggung, Rahmat sudah mengabdikan diri sebagai petugas pemadam kebakaran sejak dirinya menjadi pegawai di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banjarnegara tahun 2001.

“Dulu damkar ini menginduk pada Dinas PU, dan tahun 2003 baru dibentuk koordinator khusus pemadam kebakaran. Saya sudah bertugas sebagai tim pemadam kebakaran di Banjarnegara,” kata Rahmat yang sudah menjadi petugas pemadam kebakaran Banjarnegara, selama 21 tahun.

Baca juga  Berita Persibas Ikut Liga 3 Banyak Diburu Pembaca Serayunews.com

Setelah terbentuk koordinator pemadam, tahun 2005 pemadam kebakaran ini menjadi KUPT dan menginduk pada BPBD, masuk pada bidang kedaruratan. Baru tahun 2017, pemadam kebakaran ini masuk sebagai bidang tersendiri di bawah Dinas Satpol PP.

Menjadi petugas pemadam kebakaran adalah profesi mulia, bahkan saat ini petugas pemadam tidak hanya mengurusi masalah kebakaran saja. Tetapi juga banyak masyarakat yang meminta pertolongan tim pemadam kebakaran, untuk urusan non bencana kebakaran.

“Karena tugas saya sebagai Damkar, ada kepuasan tersendiri ketika berhasil melakukan penyelamatan dan membantu warga yang sedang tertimpa musibah. Jadi ini membuat saya bekerja sepenuh hati,” katanya.

Baca juga  Rutan Banjarnegara Mulai Terima Kunjungan Tatap Muka, Ini Syaratnya

Rasa persaudaraan sebagai sesama petugas pemadam kebakaran, menurutnya selalu tertanam di hati. Sehingga tidak ada lagi keluhan ataupun kendala, menjadi alasan tidak melaksanakan tugas-tugas tersebut.

Hambatan

Diakuinya, saat melaksanakan tugas Ia terkadang sering terhambat masyarakat. Misalnya dengan berusaha merebut selang penyemprot air.

“Ada yang berusaha merebut selang dan lain sebagainya. Tetapi alhamdulillah, belakangan ini setelah kami aktif melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat, perlahan masyarakat mengerti,” katanya.

Tidak hanya itu, dulu dia juga sering menerima laporan gelap yang membuat petugas bergegas. Namun saat menuju lokasi, tidak terdapat musibah kebakaran.

Baca juga  PT KPI Paparkan Roadmap Pengembangan Kilang Cilacap di Hadapan Komisi VII DPR RI

“Kalau dulu sering ada telepon gelap yang melaporkan ada kebakaran, saat kami melaju kencang, ternyata lokasi yang dimaksud aman-aman saja. Dan alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi yang seperti itu,” katanya.

Selain itu, saat ini petugas pemadam kebakaran tidak hanya melulu memadamkan api. Tetapi banyak hal lain, termasuk melepaskan cincin warga yang menjerat jemari, evakuasi sarang tawon yang membahayakan, hingga evakuasi ular yang masuk permukiman.

“Terkadang kami harus melakukan evakuasi pada tempat yang sulit dan harus bertaruh nyawa, tetapi demi keselamatan semua kami tetap melakukan dengan ikhlas, sehingga semua berjalan lancar,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini