
SERAYUNEWS – Upaya mendorong kemandirian ekonomi pesantren terus dilakukan. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyumas menggelar Pelatihan Z Barbershop bagi mustahik produktif pada Selasa (19/5/2026).
Program tersebut terlaksana melalui sinergi Baznas Banyumas bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Banyumas dengan dukungan penuh dari Baznas Jawa Tengah.
Kegiatan pembukaan dipusatkan di Pondok Pesantren Al Falah, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas.
Ketua Baznas Kabupaten Banyumas, Khasanatul Mufidah menjelaskan, pelatihan berlangsung selama empat hari dan diikuti 80 peserta dari 47 pondok pesantren di Banyumas.
Menurutnya, program ini tidak hanya fokus pada pelatihan keterampilan pangkas rambut, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan unit usaha mandiri di lingkungan pesantren.
“Setelah pelatihan ini, para peserta akan diverifikasi. Targetnya, nanti di setiap pondok pesantren akan berdiri unit usaha barbershop. Jadi, santri bukan hanya bagus dalam mengaji, tetapi roda ekonominya juga berjalan,” ujar Khasanatul di sela kegiatan.
Khasanatul menambahkan, program pemberdayaan ekonomi pesantren berjalan beriringan dengan program lain yang tengah dijalankan Baznas Banyumas.
Salah satunya yakni target pendirian 100 unit Z-Mart di berbagai wilayah Kabupaten Banyumas.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi umat melalui pemberdayaan usaha produktif berbasis komunitas.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Daroji menegaskan pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di lingkungan pesantren.
Menurutnya, jumlah santri di Jawa Tengah yang mencapai sekitar 237 ribu orang merupakan potensi besar untuk melahirkan penggerak ekonomi baru.
Ia berharap para santri dapat merefleksikan semangat Nahdlatut Tujar atau kebangkitan para pedagang.
“Tugas Baznas adalah membuat masyarakat senang dan mandiri. Santri ke depan harus bisa menjadi saudagar, karena tidak semua santri nantinya akan menjadi pengasuh pondok pesantren,” kata KH Ahmad Daroji.
Sementara itu, perwakilan pesantren Banyumas, Gus Munif mengapresiasi kolaborasi antara Baznas Banyumas, RMI, dan Baznas Jawa Tengah.
Ia menyebut pelatihan keterampilan barbershop bagi santri ini menjadi yang pertama kali digelar di Banyumas melalui kerja sama kedua lembaga tersebut.
“Atas nama pesantren di Banyumas, kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas Banyumas, RMI, dan Baznas Jateng yang telah memberikan support penuh. Terima kasih juga kepada seluruh peserta yang antusias mengikuti pelatihan ini,” kata Gus Munif.