Jumat, 9 Desember 2022

Cilacap Mulai Musim Tanam Padi, Dinas Minta Petani Kompak karena Wereng Potensial Mengancam

Petani di Desa Sikampuh Kecamatan Kroya sedang mengolah sawah untuk persemaian padi, Kamis (29/9/2022). (Ulul Azmi/ Serayunews)

Sejumlah wilayah di Cilacap khususnya bagian timur sudah mulai masuk musim tanam. Para petani mulai mengolah sawah dan mempersiapkan lahan persemaian. Untuk cegah serangan hama, petani diminta memulainya dengan kompak secara bersamaan.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Susilan mengatakan, bahwa wilayah Cilacap memasuki masa tanam (MT) pertama tahun 2022/2023 dengan potensi luas lahan sawah sekitar 66.529 hektar.

“Hampir semua wilayah sedang mempersiapkan untuk MT satu ini, insyaallah Oktober sudah mulai,” ujar Susilan, Kamis (29/9/2022).

Menurutnya, hal itu sudah dimusyawarahkan di masing-masing wilayah terkait MT I bulan Oktober 2022- Maret 2023. Namun untuk persiapan pengolahan saat ini, sementara mengandalkan air hujan.

“Sekarang masih ada air hujan untuk mengolah lahan, nanti Oktober air irigasi jalan (dibuka),” ujarnya.

Menurut Susilan, penyemaian padi idealnya 10-15 hari. Untuk itu dalam waktu ini agar dipersiapkan lahan secara kompak. Untuk mencegah serangan hama.

“Untuk mencegah serangan hama, makanya harus kompak, saya juga sudah mengimbau teman-teman segera merapatkan, mengumpulkan gapoktan dan kelompok tani,” tuturnya.

Susilan menambahkan, di musim hujan dengan kelembapan yang tinggi berpotensi terhadap serangan hama wereng.

“Ini musim rendeng, sering hujan kelembapan tinggi harus menyiapkan (bibit) yang tahan,” tambahnya.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah Cilacap bagian timur seperti di Kecamatan Sampang, Kroya dan sekitarnya, para petani mulai mengolah lahan dengan menerjunkan mesin pembajak sawah (hand traktor).

Berita Terpopuler

Berita Terkini