
CILACAP, SERAYUNEWS – Pembangunan Citimall Cilacap mulai memasuki tahap awal. Aktivitas di lokasi pembangunan kini diawali dengan proses pembersihan lahan sebelum nantinya dilanjutkan ke tahapan konstruksi.
Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyambut positif pembangunan pusat perbelanjaan tersebut. Menurutnya, Citimall merupakan investasi swasta sehingga pemerintah daerah memiliki peran untuk menciptakan iklim investasi yang aman, tertib, dan kondusif.
Ammy mengatakan jumlah tenaga kerja yang nantinya terserap dari keberadaan Citimall akan sangat bergantung pada pengelolaan pusat perbelanjaan tersebut. Salah satu faktornya yakni jumlah tenant yang mengisi ruang usaha di dalam mall.
Ammy menjelaskan setiap tenant yang nantinya beroperasi di Citimall juga memiliki kebutuhan tenaga kerja dan aturan perusahaan masing-masing. Karena itu, pemerintah daerah belum dapat memastikan berapa jumlah tenaga kerja yang akan terserap.
“Citimall itu kan investasi swasta. Jadi, berapa tenaga kerja yang bakal bisa terekrut di Citimall, itu juga tergantung bagaimana manajemen Citimall nanti bisa mengoptimalkan space yang ada, berapa tenant yang masuk,” ujar Ammy kepada Serayunews, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, semakin banyak ruang usaha yang dimanfaatkan dan tenant yang masuk, peluang penyerapan tenaga kerja juga akan semakin terbuka. Keberadaan pusat perbelanjaan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak lanjutan terhadap aktivitas ekonomi di Cilacap.
Ammy menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong masuknya investasi baru. Tidak hanya pusat perbelanjaan, investasi di berbagai sektor dinilai dapat memperkuat perekonomian daerah.
Pemkab Cilacap, lanjut Ammy, berkomitmen memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya. Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan di berbagai sektor dapat berjalan lebih cepat.
“Kami semua berkomitmen untuk mempermudah segala jenis investasi yang mau masuk ke Kabupaten Cilacap. Supaya apa? Bisa mempercepat pembangunan,” ujarnya.
Dia menyebut investasi dapat memberikan dampak terhadap berbagai bidang, mulai dari ekonomi, industri, pertanian, perikanan hingga pembangunan sumber daya manusia.
Ammy juga menanggapi anggapan bahwa pembangunan mall seharusnya tidak menjadi prioritas dibandingkan pembangunan infrastruktur seperti jalan. Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan kewenangan dan sumber pembiayaan yang berbeda.
Ammy menegaskan pembangunan Citimall merupakan investasi pihak swasta. Sementara pembangunan jalan merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah melalui APBD.
“Kalau misalkan ada yang berpendapat ngapain bangun mall, mending bangun jalan, ini adalah dua urusan yang berbeda. Kalau mall itu adalah investasi swasta. Kita harus ramah terhadap investasi supaya bisa mendukung pembangunan. Kalau jalan itu urusan APBD, urusan saya, beda lagi,” jelasnya.
Karena itu, pemerintah daerah memilih mengambil peran dengan menjaga agar investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di Cilacap.
Menurut Ammy, kehadiran satu investasi juga diharapkan bisa menjadi pemicu datangnya investor lain. Tidak hanya di sektor pusat perbelanjaan, peluang investasi terbuka untuk industri, pusat perekonomian, perkantoran, pusat niaga hingga pembangunan rumah bersubsidi.
“Yang bisa kita lakukan adalah mendukung para investor agar merasa aman dalam berinvestasi di Kabupaten Cilacap, sehingga makin banyak lagi nanti investor-investor yang datang ke Kabupaten Cilacap,” katanya.
Dia menegaskan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjaga iklim investasi agar tetap tertib dan aman. Dengan begitu, pembangunan yang dilakukan pihak swasta maupun pemerintah dapat berjalan beriringan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Cilacap.