SERAYUNEWS- Berikut ini informasi tentang daftar barang yang dilarang dalam koper Haji.
Menjelang musim haji 2025, penting bagi calon jemaah untuk memahami aturan mengenai barang bawaan yang boleh dan tidak boleh dalam koper haji.
Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan ketentuan khusus untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan ibadah haji.
Jenis Tas dan Batasan Berat
Setiap jemaah haji akan menerima tiga jenis tas resmi, yaitu koper bagasi (maksimal 32 kg), tas kabin (maksimal 7 kg), dan tas selempang kecil (untuk barang penting seperti paspor dan ponsel).
Tas kecil bertuliskan ARMUZNA hanya digunakan saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, dan tidak boleh menjadi tambahan barang bawaan saat kepulangan.
Daftar Barang yang Dilarang dalam Koper Haji
Barang yang Dilarang dalam Koper Bagasi
Beberapa barang yang tidak boleh masuk ke dalam koper bagasi antara lain di bawah ini.
Air Zamzam: Jemaah tidak boleh membawa air zamzam dalam koper bagasi maupun tas kabin. Jemaah akan menerima air zamzam secara resmi dari penyelenggara haji.
Barang Berbahaya: Termasuk bahan peledak, gas bertekanan, cairan mudah terbakar, bahan kimia beracun, dan material radioaktif.
Peralatan Tajam: Seperti pisau, gunting, cutter, obeng, dan alat sejenis lainnya.
Power Bank: Power bank dengan kapasitas lebih dari 20.000 mAh atau 100 watt tidak boleh.
Barang yang Dilarang dalam Tas Kabin
Untuk tas kabin, aturan lebih ketat berlaku. Berikut adalah barang-barang yang terlarang.
Cairan Lebih dari 100 ml: Termasuk parfum, minyak, dan cairan lainnya. Obat-obatan cair lebih dari 100 ml hanya boleh Anda bawa dalam bagasi tercatat dengan ketentuan khusus.
Benda Tajam dan Tumpul: Seperti pisau, gunting, cutter, dan alat olahraga yang berpotensi membahayakan.
Barang Elektronik Tertentu: Seperti rokok elektronik dan power bank berkapasitas besar.
Tips Persiapan Barang Bawaan Jamaah Haji
Berikut adalah tips persiapan barang bawaan bagi jemaah haji yang dapat membantu memastikan kenyamanan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Dokumen Penting
Pastikan untuk membawa dan menyimpan dokumen-dokumen penting di tempat yang mudah terjangkau, seperti tas selempang kecil.
Paspor dan visa beserta salinannya
Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH)
Bukti vaksinasi (meningitis, influenza, COVID-19
Daftar Administrasi Perjalanan Ibadah Haji (DAPIH
Salinan resep obat (jika sedang dalam pengobatan tertentu
Buku manasik haji dan buku doa
Simpan juga identitas kontak darurat
Pakaian dan Perlengkapan Pribadi
Sesuaikan pakaian dengan kondisi cuaca di Arab Saudi yang cenderung panas. Bawa pakaian yang nyaman dan sopan, termasuk daftar berikut.
Pakaian ihram (2–3 pasang)
Pakaian harian yang ringan dan menyerap keringat
Pakaian dalam secukupnya
Jaket atau sweater untuk malam hari
Kaos kaki dan sandal yang nyaman
Mukena dan jilbab (bagi wanita)
Peci atau topi (bagi pria)
Jangan lupa membawa handuk, sapu tangan, dan masker untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.
Perlengkapan Mandi dan Kebersihan
Bawa perlengkapan mandi pribadi dalam ukuran kecil untuk memudahkan penyimpanan, seperti sabun dan sampo
Sikat dan pasta gigi
Handuk kecil
Tisu basah dan kering
Lotion atau pelembap kulit
Sunblock untuk melindungi kulit dari sinar matahari
Pastikan semua cairan berada dalam kemasan yang sesuai dengan peraturan penerbangan.
Obat-obatan dan Perlengkapan Kesehatan
Siapkan obat-obatan pribadi dan perlengkapan P3K.
Obat resep pribadi
Obat pereda nyeri, obat flu, dan obat diare
Vitamin dan suplemen
Plester, antiseptik, dan thermometer
Masker cadangan dan hand sanitizer
Konsultasikan dengan dokter sebelum keberangkatan untuk memastikan kebutuhan medis terpenuhi.
Perlengkapan Tambahan
Beberapa perlengkapan tambahan ini dapat membantu selama ibadah haji.
Sajadah kecil dan Al-Qur’an
Payung lipat atau topi untuk melindungi dari panas
Tas kecil untuk membawa barang-barang penting saat beribadah
Kantong plastik untuk pakaian kotor
Botol minum isi ulang
Perhatikan juga batasan barang bawaan yang maskapai penerbangan dan peraturan haji perbolehkan.
Dengan mematuhi aturan ini, jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan aman. ***(Ika Sriani)