SERAYUNEWS – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi besar-besaran di jajaran perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) pada Maret 2025.
Dalam mutasi tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan 10 Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) baru dalam upaya penyegaran organisasi dan penguatan kelembagaan.
Total terdapat 1.255 personel yang mengalami rotasi, termasuk promosi jabatan bagi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah.
Dari jumlah tersebut, terdapat 10 Kapolda yang diganti, puluhan pejabat strategis yang mengalami rotasi, serta peningkatan peran polisi wanita (Polwan) dalam kepemimpinan kepolisian.
Lantas, siapa saja yang mengalami rotasi?
Mutasi ini didokumentasikan dalam enam Surat Telegram dengan rincian sebagai berikut:
Mutasi ini tertuang dalam enam Surat Telegram (ST) yang diterbitkan pada 12 Maret 2025, dengan total 1.255 personel yang dimutasi. Berikut daftar lengkap 10 Kapolda baru yang ditunjuk:
Selain penunjukan Kapolda baru, mutasi ini juga mencakup promosi dan rotasi jabatan strategis lainnya:
Mutasi kali ini juga memberikan perhatian khusus pada peran polisi wanita (Polwan) dalam kepemimpinan Polri.
Sebanyak 57 Polwan mendapatkan promosi jabatan, dengan 10 di antaranya menjabat sebagai Kapolres. Beberapa di antaranya:
Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, menekankan bahwa promosi ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan ruang bagi Polwan untuk berkembang dan berkontribusi lebih luas.
Irjen Sandi Nugroho menjelaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang wajar.
Selain sebagai upaya penyegaran, mutasi ini juga bertujuan untuk pembinaan karier guna meningkatkan profesionalisme anggota.
“Kami ingin memastikan Polri tetap solid dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan ke depan. Mutasi ini adalah bagian dari strategi memperkuat organisasi agar semakin profesional dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Mutasi besar-besaran yang dilakukan pada Maret 2025 ini mencerminkan upaya Polri dalam menjaga dinamika organisasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan penunjukan Kapolda baru, promosi jabatan strategis, dan peningkatan peran Polwan, diharapkan Polri dapat terus meningkatkan kinerjanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia.***