Minggu, 5 Februari 2023

Dalam Satu Tahun Nilai Investasi di Purbalingga Ditarget Rp830 Miliar 

Suasana acara FGD strategi optimalisasi promosi penanaman modal, di Kompleks Hotel Owabong, Senin (05/12/2022). (Dok Kominfo Purbalingga)

Pertumbuhan ekonomi biasanya dikaitkan dengan pertumbuhan investasi. Kabupaten Purbalingga berupaya untuk membranding diri sebagai wilayah yang aman dan nyaman untuk berinvestasi. Tahun 2022 Pemkab menarget ada investasi masuk di Kota Perwira sampai Rp830 miliar.


Purbalingga, serayunews.com

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Purbalingga, Ato Susanto, merasa optimis bisa mencapai target tersebut. Hal itu berdasar nilai yang sudah ada sampai bulan saat ini. Di triwulan III, capaian investasi di Kabupaten Purbalingga telah menyentuh angka Rp725 M.

“Kami optimis hingga akhir Desember nanti target terpenuhi karena kami menunggu penghitungan di triwulan terakhir nanti. Karena data sementara yang masuk belum mencakup semua sektor yang dihitung hingga akhir Desember 2022 nanti,” katanya, saat Focus Group Discussion (FGD) Strategi Promosi Optimalisasi Promosi Penanaman Modal di Kabupaten Purbalingga, di Gedung Andrawina kompleks Hotel Owabong, Senin (6/12/2022).

Ato juga bertekad untuk terus meningkatkan nilai investasi dari tahun ke tahun. Demi mencapai misi tersebut, maka diperlukan sinergitas antar sektor. Mulai dari internal Pemkab (antar OPD) dan eksternal yang diharapkan bisa menciptakan situasi atau iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Purbalingga.

“Kami sangat mengharapkan sinergitas dari semua pihak sehingga nilai investasi di Kabupaten Purbalingga bisa terus meningkat yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat Purbalingga,” ujarnya.

Peringkat 24

Hadir pada acara tersebut, Analis Kebijakan Ahli Madya Koordinator Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Khasanatu Rhodiyah. Dia menyampaikan, PMA yang ada di Kabupaten Purbalingga menduduki peringkat ke-24 di Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan untuk PMDN (Penanam Modal Dalam Negeri), Purbalingga berada di urutan ke-21 di Jawa Tengah.

“Untuk PMA didominasi dari produksi rambut palsu. Untuk PMDN bervariasi seperti perdagangan, industri, kayu, dan lainnya,” kata dia.

Diyah, meminta berbagai elemen seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Pelaku Wisata dan UMKM untuk memetakan potensi dan risiko investasi yang ada di Purbalingga. Hal itu penting agar langkah yang diambil presisi dan tepat sasaran sehingga agar menimbulkan banyak dampak positif bagi ekonomi Purbalingga.

“Silakan petakan potensi dan risikonya sehingga kami dalam menentukan kebijakan bisa tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Yana Fitria, Ketua Organisasi Kaderisasi dan Kelembagaan Hipmi Purbalingga menyatakan kesiapannya untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan investasi dan ekonomi Purbalingga. “Kami siap untuk berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi di Purbalingga,” katanya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini