Sabtu, 18 September 2021

Dampak Kelangkaan Oksigen, Produsen Knalpot Purbalingga Lumpuh

Perajin Knalpot di Kembaran Kulon Purbalingga, saat beraktivitas di bengkelnya. Kamis siang. (Amin Wahyudi)

Hampir tiga pekan ini industri knalpot di Kabupaten Purbalingga nyaris lumpuh. Bukan karena pemasaran yang merosot, dikala pandemi. Namun karena kelangkaan oksigen untuk produksi. Mereka harus rela mengalah untuk kebutuhan medis.


Purbalingga, serayunews.com

Ito, produsen knalpot Purbalingga, mengatakan bahwa selama tiga minggu terakhir, dia dan para produsen lain mengalami kendala bahan produksi. Seiring tingginya kasus covid-19, oksigen semakin sulit didapat. Karena akhir-akhir ini lebih dibutuhkan oleh rumah sakit.

“Saya masih bisa memproduksi knalpot karena kebetulan punya stok oksigen. Tapi kawan-kawan saya banyak yang mengurangi bahkan menghentikan produksinya,” kata Ito, warga Kembaran Kulon Purbalingga, Kamis siang.

Ito menambahkan, dalam industri knalpot, oksigen diperlukan untuk pengelasan. Terutama bagi knalpot dengan bahan logam plat hitam. Masa pandemi belakangan ini, rumah sakit membutuhkan banyak stok oksigen. Untuk memenuhinya, pihak rumah sakit terpaksa membeli oksigen untuk industri. Sehingga produsen knalpot harus berebut.

“Stok untuk industri pun akhirnya masuk ke untuk kebutuhan rumah sakit,” ujarnya.

Senada, Muhajirin, pengusaha knalpot di Wirasana juga mengaku kesulitan mendapatkan oksigen untuk pengelasan knalpot. Pasokan yang biasa untuk industri sekarang masuk untuk rumah sakit.

“Produsen seperti saya kesulitan untuk dapat oksigen, karena sekarang prioritas untuk rumah sakit,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Purbalingga Hanung Wikantono membenarkan bahwa kemungkinan rumah sakit membeli oksigen industri untuk keperluan pasiennya. Prioritas oksigen industri dialihkan untuk kebutuhan rumah sakit disampaikan Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan.

Hanung menambahkan, di Jateng sudah  terbentuk Satuan Tugas (Satgas) Oksigen. Setiap rumah sakit melaporkan secara berkala mengenai ketersediaan oksigen masing-masing melalui Sistem Informasi Rumah Sakit.

“Rumah sakit melapor setiap hari sebelum pukul 24.00 wib. Bila kekurangan akan didrop. Hanya saja setiap pengirimannya hanya untuk kebutuhan seminggu,” ujar Hanung.

Saat ini, Rumah Sakit Panti Nugroho memiliki 41 tabung oksigen. Dalam hitungan Hanung, kebutuhan oksigen di rumah sakit milik Pemkab itu aman untuk 4 hari kedepan.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goetheng Tarunadibrata menyediakan oksigen liquid dalam sebuah  tangki sentral besar. Disamping stok dalam kemasan tabung berisi 6 meterkubik.

“Mungkin rumah sakit lain yang terpaksa beli oksigen industri. Kalau rumah sakit milik pemerintah di Purbalingga saya rasa tidak,” kata Hanung.

Baca juga Ruang Isolasi di RSI Banjarnegara Penuh, Pasien Antre di Tenda Darurat

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini