Rabu, 20 Oktober 2021

Ruang Isolasi di RSI Banjarnegara Penuh, Pasien Antre di Tenda Darurat

Kondisi Ruang IGD di RSI Banjarnegara. (Maula Asadillah)

Lonjakan kasus COVID-19 membuat ruang isolasi di Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara penuh. Bahkan ada antrean pasien yang terpaksa harus menunggu di UGD maupun tenda darurat.


Banjarnegara, serayunews.com

“Saat ini hunian isolasi sudah 90 persen, sedangkan untuk BOR sudah 100 persen, dan masih ada pasien yang antre,” kata Direktur RSI Banjarnegara Agus Ujianto.

Menurutnya, RSI Banjarnegara saat ini menyiapkan sekitar 65 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Dari jumlah tersebut, semua sudah terisi dan bahkan masih ada 15 pasien yang antre. Dalam kasus ini, RSI juga siap menjadi rumah sakit rujukan khusus Covid-19 jika diperlukan. Sebab jika kasus terus meningkat, mau tidak mau harus ada rumah sakit rujukan khusus Covid-19.

“Kalau memang nantinya kita ditunjuk kita siap, kami juga berharap Banjarnegara tidak sampai masuk zona hitam, cukup zona merah, kuning, terus hijau,” ujarnya.

Untuk mengatasi kekurangan ruangan ini, RSI bekerjasama dengan Polres Banjarnegara telah membangun tenda darurat bagi pasien Covid-19.

Terkait dengan stok oksigen, dia mengatakan jika saat ini RSI masih belum memiliki oksigen cair. Sehingga, harus menggunakan tabung. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi agar kebutuhan oksigen ini tetap terpenuhi.

“Bupati dan gubernur sudah bersinergi, kita berharap nanti masyarakat Banjarnegara, tenaga kesehatan, dan kita semua siap. Karena namanya persiapan itu sedia payung sebelum hujan. Semoga saja kasus Covid-19 di Banjarnegara tidak sampai luar biasa dan bisa segera kembali ke zona hijau,” katanya.

Melihat kondisi ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak semua masyarakat untuk mematuhi penerapan PPKM darurat.

“Ada peningkatan kasus, saya terima kasih pada bupati yang sudah mengeluarkan surat edaran terkait PPKM darurat, mudah-mudahan semua masyaraat bisa membantu, kayaknya peningkatan kasus ini harus direspon dengan sangat serius, maka hulunya yakni 5 M tidak bisa bercanda lagi. Mari kita patuhi aturan ini bersama,” ujarnya.

Baca juga Pemkab Cilacap Dihadapkan Gawe Berat tentang Pendataan Kebudayaan

Berita Terkait

Berita Terkini