
SERAYUNEWS– Ketua DPRD Jateng Sumanto meminta para Kepala Desa (Kades) menerapkan skala prioritas untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada menurunnya alokasi dana desa. Sumanto mendorong agar program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Hal tersebut Sumanto ungkapkan saat menggelar Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat di Pendopo Posko Suruh, Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu, 11 Februari 2026.
Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, efisiensi anggaran membuat dana untuk pembangunan terbatas. Dia mengungkapkan, APBD Jateng tahun ini terpangkas hingga hampir Rp2 triliun, dan APBD Kabupaten Karanganyar turun Rp372 miliar. Sementara itu, alokasi dana desa yang semula mencapai Rp1 miliar, kini menjadi hanya Rp300 juta.
“Efisiensi ini ada di seluruh tingkatan, ini tentu berat. Apalagi dana desa selama ini menjadi salah satu instrumen penting dalam pembangunan di desa. Karena itu harus ada skala prioritas,” katanya.

Menurutnya, ketika anggaran berkurang, maka otomatis ada program yang harus ditunda, dikurangi, bahkan dibatalkan. Namun ia meminta efisiensi anggaran tidak mematikan semangat pembangunan desa. Justru dalam kondisi keterbatasan, Kades perlu memperkuat perencanaan yang tepat sasaran.
“Kami di DPRD punya fungsi penganggaran dan pengawasan. Aspirasi yang disampaikan ini akan menjadi bahan bagi kami dalam pembahasan APBD serta evaluasi kebijakan yang ada. Kami akan mendorong agar program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas,” katanya.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto membenarkan efisiensi anggaran akan berdampak pada pembangunan. Namun ia tetap optimis pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karanganyar tetap optimal dengan bantuan aspirasi dari Sumanto, putra asli Karanganyar yang duduk sebagai Ketua DPRD Jateng.
“Silakan disampaikan usulan pembangunan yang akan berdampak pada masyarakat. Kiranya tak berlebihan jika Pak Manto ini kita sepakati jadi Bapak Pembangunan Karanganyar,” katanya.
Rober menambahkan, dalam membangun Kabupaten Karanganyar saat ini, dia mendapat dukungan penuh dari Sumanto yang kerap menurunkan banyak program pembangunan. Ia berharap berbagai program tersebut bisa berdampak ke masyarakat secara riil.
“Ayo kita bareng-bareng mengajak seluruh masyarakat untuk gotong royong membangun Karanganyar,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Colomadu, Dwi Adi Susilo mengatakan, dengan adanya efisiensi anggaran, ia berharap aspirasi yang masyarakat sampaikan ke Sumanto bisa terealisasi.
“Di Colomadu ini, dengan semakin banyaknya jumlah penduduk, ada berbagai masalah kependudukan, terutama terkait pengelolaan sampah dan saluran air. Kadang saat masyarakat membangun, saluran dan gorong-gorong ditutup sehingga menyebabkan banjir. Ini yang harus di sosialisasikan,” paparnya.