
SERAYUNEWS – Peristiwa Isra Mi’raj bukan hanya menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah Islam, tetapi juga menjadi peristiwa spiritual yang membekas kuat di hati umat Muslim di seluruh dunia.
Perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, lalu naik ke Sidratul Muntaha pada malam 27 Rajab, diperingati dengan penuh khidmat dan rasa syukur.
Di berbagai belahan dunia, peringatan Isra Mi’raj tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga dibalut tradisi dan budaya lokal yang unik.
Setiap negara memiliki cara tersendiri untuk mengenang malam agung tersebut, mencerminkan kekayaan budaya sekaligus kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut beragam cara umat Islam di sejumlah negara memperingati Isra Mi’raj:
1. Indonesia
Di Indonesia, suasana peringatan Isra Mi’raj terasa sangat meriah dan penuh kebersamaan. Di beberapa daerah, seperti di Kota Bandung, masyarakat menggelar pawai obor pada malam peringatan Isra Mi’raj.
Warga dari berbagai usia berjalan bersama menyusuri jalan kampung sambil membawa obor dan melantunkan salawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Cahaya obor yang berkelip di malam hari menciptakan suasana religius sekaligus hangat, mempererat silaturahmi antarwarga. Tradisi ini menjadi simbol semangat meneladani perjalanan spiritual Rasulullah sekaligus menjaga kekompakan umat.
2. Turki
Di Turki, peringatan Isra Mi’raj dikenal dengan suasana yang tenang dan penuh perenungan. Banyak masjid dan rumah-rumah menyalakan lilin atau lampu sebagai simbol cahaya hidayah.
Umat Muslim berkumpul di masjid untuk melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, serta mengikuti doa bersama.
Momen ini dimanfaatkan untuk merenungkan makna salat yang diwajibkan dalam peristiwa Isra Mi’raj, sekaligus memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT.
3. Malaysia
Di Malaysia, peringatan Isra Mi’raj biasanya diisi dengan ceramah dan pengajian di masjid maupun surau.
Pemerintah setempat juga aktif mendukung kegiatan dakwah yang membahas hikmah Isra Mi’raj, terutama tentang pentingnya salat dan keteladanan akhlak Rasulullah SAW.
Kegiatan ini sering melibatkan pelajar dan generasi muda agar mereka memahami makna peristiwa tersebut sejak dini, tidak hanya sebagai sejarah, tetapi juga sebagai pedoman hidup dalam keseharian.
4. Amerika Serikat
Sebagai negara dengan umat Muslim yang berasal dari berbagai latar belakang, peringatan Isra Mi’raj di Amerika Serikat biasanya dilaksanakan dalam bentuk salat malam berjamaah, kajian keislaman, serta diskusi di pusat-pusat komunitas Muslim.
Beberapa lembaga Islam bahkan mengadakan seminar atau konferensi khusus untuk membahas dimensi spiritual dan historis Isra Mi’raj.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi generasi muda Muslim agar tetap terhubung dengan tradisi dan nilai-nilai Islam meski hidup di lingkungan minoritas.
5. Palestina
Di Palestina, peringatan Isra Mi’raj memiliki makna yang sangat mendalam karena berkaitan langsung dengan Masjid Al-Aqsa, salah satu titik penting dalam perjalanan Isra Nabi Muhammad SAW.
Berdasarkan laporan Middle East Monitor (MEMO), masyarakat sering mengenakan busana tradisional dan menggelar kegiatan keagamaan di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa.
Selain doa dan zikir, lantunan musik bernuansa religi juga kerap terdengar, menciptakan suasana haru sekaligus penuh kecintaan terhadap situs suci tersebut.
6. Kanada
Di Kanada, umat Muslim memperingati Isra Mi’raj dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Salah satu tradisi uniknya adalah membuat dan membagikan gula-gula kapas atau manisan kepada keluarga, teman, dan tetangga.
Manisan ini menjadi simbol berbagi kebahagiaan di hari istimewa. Meski sebagai komunitas minoritas, umat Islam di Kanada tetap merayakan Isra Mi’raj dengan penuh semangat.
Bahkan, ada yang memperingatinya hingga dua hari berturut-turut sebagai bentuk syukur dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Meski cara perayaannya berbeda-beda di setiap negara, esensi peringatan Isra Mi’raj tetap sama, yakni memperkuat keimanan dan mengingat kembali kewajiban salat sebagai tiang agama.
Keberagaman tradisi ini justru memperkaya khazanah budaya Islam, menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual dapat berpadu harmonis dengan adat dan budaya setempat tanpa menghilangkan makna suci dari peristiwa Isra Mi’raj itu sendiri.