
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS — Ribuan wisatawan meninggalkan kawasan Dieng setelah Dieng Culture Festival (DCF) 2026 berakhir. Namun, pekerjaan puluhan petugas kebersihan justru belum selesai.
Sebanyak 37 personel Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Banjarnegara diterjunkan untuk mengawal gerakan “Dieng Bersih” selama rangkaian DCF 2026 berlangsung.
Petugas membersihkan sampah di sejumlah titik kegiatan sejak festival dimulai hingga acara berakhir. Mereka bekerja secara bergilir untuk memastikan kawasan wisata Dieng tetap bersih dan tertata.
DPKPLH Banjarnegara membagi 37 petugas ke dalam sejumlah tim. Mereka ditempatkan di berbagai titik kegiatan DCF 2026 dan bekerja sejak pagi hingga seluruh agenda festival selesai.
Selain membersihkan sampah selama acara berlangsung, petugas juga melakukan pembersihan setelah setiap kegiatan berakhir.
Kepala DPKPLH Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, mengatakan petugas tidak hanya bertugas mengangkut sampah. DPKPLH juga mendorong pengelolaan sampah sejak dari sumbernya agar volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) bisa ditekan.
“Sudah ada komitmen bahwa sampah kegiatan tidak langsung dibawa ke TPA. Panitia juga kami minta mengupayakan pemilahan sejak dari sumbernya,” ujar Herrina.
DPKPLH Banjarnegara bekerja sama dengan BSB dan Bank Sampah Induk Banjarnegara (BSIB) untuk mengelola sampah yang dihasilkan selama DCF 2026.
Sampah bernilai rendah atau low value, seperti plastik pembungkus makanan, diarahkan ke BSB untuk diolah menjadi bahan bakar minyak petasol.
Sementara itu, botol plastik bekas minuman dikumpulkan dan disetorkan kepada BSIB untuk diproses menjadi bahan baku biji plastik.
Skema tersebut membuat pengelolaan sampah DCF tidak berhenti pada proses pengangkutan. Petugas memilah sampah berdasarkan jenis dan nilai manfaatnya sebelum menentukan proses pengolahan.
“Jadi, hanya sisa residu yang kami bawa ke TPA,” kata Herrina.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah DPKPLH membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dalam penyelenggaraan kegiatan wisata dan budaya di kawasan Dieng.
Petugas kebersihan lapangan, Nur Muhammad, mengatakan pengunjung masih meninggalkan cukup banyak sampah di lokasi festival.
Puntung rokok dan botol minuman menjadi jenis sampah yang paling sering ditemukan. Kondisi tersebut terjadi meskipun panitia telah menyediakan tempat sampah di sejumlah titik kawasan acara.
“Kami ditugaskan membersihkan sampah terutama setiap selesai acara. Dalam sehari, kami bisa tiga sampai empat kali mengangkut sampah yang terkumpul ke tempat pembuangan sementara,” katanya.
Menurut Nur, volume sampah meningkat seiring padatnya aktivitas wisatawan selama DCF 2026. Petugas pun harus meningkatkan frekuensi pembersihan agar kawasan kegiatan tetap nyaman bagi pengunjung.
Selain menghadapi tingginya volume sampah, petugas kebersihan juga menghadapi kendala mobilitas selama bertugas.
Jarak antara tempat penginapan tim kebersihan dan lokasi kegiatan cukup jauh. Kondisi tersebut membuat petugas membutuhkan waktu tambahan ketika harus beristirahat atau kembali ke lokasi festival.
Nur berharap penyelenggara maupun pihak terkait dapat mempertimbangkan penyediaan sarana transportasi khusus bagi petugas kebersihan pada kegiatan serupa di masa mendatang.
Menurutnya, dukungan transportasi akan membantu meningkatkan efektivitas dan mobilitas petugas selama menjaga kebersihan kawasan Dieng.
Gerakan “Dieng Bersih” diharapkan tidak berhenti setelah DCF 2026 berakhir. Kebersihan kawasan wisata Dieng membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya petugas kebersihan.
Pengunjung, panitia, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki peran penting dengan membuang sampah pada tempatnya serta memilah sampah sesuai jenisnya.
Kesadaran tersebut menjadi kunci untuk menjaga kawasan Dieng tetap bersih dan lestari, termasuk setelah ribuan wisatawan meninggalkan lokasi festival.
Dengan pengelolaan sampah sejak dari sumber, pemilahan, serta pengolahan kembali sampah yang masih bernilai, penyelenggaraan festival di Dieng diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.