
SERAYUNEWS – Chelsea harus menelan kekalahan telak 0-3 saat bertandang ke markas Everton dalam lanjutan Premier League.
Hasil ini menjadi pukulan keras bagi The Blues yang tengah berupaya menjaga konsistensi di kompetisi domestik.
Dalam laga tersebut, Everton tampil jauh lebih efektif. Beto Betuncal menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Chelsea setelah mencetak dua gol pada menit ke-33 dan 62.
Satu gol lainnya disumbangkan Iliman Ndiaye pada menit ke-76.
Ironisnya, Chelsea justru lebih dominan secara statistik. Mereka menguasai bola hingga 65 persen, mencatatkan lebih banyak operan, serta akurasi umpan mencapai 90 persen. Namun, dominasi tersebut tidak diiringi efektivitas di lini depan.
Sebaliknya, Everton mampu memaksimalkan peluang yang ada dan mengunci kemenangan meyakinkan 3-0.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Chelsea dalam beberapa laga terakhir.
Dari lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, termasuk Premier League, Liga Champions, dan Piala FA, mereka hanya meraih satu kemenangan.
Satu-satunya kemenangan tersebut didapat saat menghadapi Wrexham di putaran kelima Piala FA dengan skor 4-2.
Situasi ini membuat posisi pelatih Liam Rosenior mulai menjadi sorotan.
Sejumlah suporter dan pengamat mempertanyakan kapasitasnya dalam menangani klub sebesar Chelsea, terlebih dengan performa tim yang jauh dari ekspektasi.
Jika tren buruk ini terus berlanjut, tekanan terhadap Rosenior dipastikan akan semakin besar dan masa depannya di Stamford Bridge bisa berada di ujung tanduk.
Kini, pertanyaan besar muncul: apakah Chelsea mampu bangkit dari keterpurukan ini, atau justru krisis semakin dalam dan berujung pada perubahan di kursi pelatih?
Jawaban akan ditentukan dalam laga-laga berikutnya.