
SERAYUNEWS – Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana ibadah yang khas. Jika Anda butuh informasi doa dzikir jelang salat tarawih, Anda bisa simak artikel ini sampai akhir.
Pasalnya, selepas azan Isya berkumandang, masjid-masjid mulai dipenuhi jamaah yang bersiap menunaikan salat tarawih.
Namun sebelum rangkaian tarawih dimulai, ada satu amalan penting yang kerap dilakukan umat Islam, yakni dzikir dan doa setelah salat Isya.
Amalan ini bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam serta mengandung keutamaan besar bagi siapa pun yang mengamalkannya dengan penuh kesadaran.
Pada malam Ramadan, dzikir setelah salat Isya menjadi pengantar ruhani sebelum memasuki ibadah tarawih.
Dzikir menenangkan hati, meluruskan niat, sekaligus mempersiapkan jiwa agar lebih khusyuk berdiri di hadapan Allah SWT.
Tak heran jika para ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak tergesa-gesa meninggalkan tempat salat, melainkan meluangkan waktu sejenak untuk berdzikir dan berdoa.
Anjuran ini memiliki landasan hadis yang kuat. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah dan Abu Sa’id, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah ada suatu kaum yang duduk sambil berzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengelilingi mereka, dan [mereka] akan diselubungi rahmat, akan turun kepada mereka sakinah [ketenangan], dan Allah akan menyebut-nyebut orang-orang yang ada disisi-Nya,” (HR Ibnu Majah No. 3781).
Hadis tersebut menegaskan bahwa dzikir bukan hanya amalan lisan, tetapi juga sarana turunnya ketenangan dan rahmat Allah SWT.
Inilah mengapa dzikir jelang salat tarawih menjadi momentum penting untuk menata hati sebelum ibadah malam Ramadan dimulai.
Dzikir merupakan bentuk penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT.
Melalui dzikir, seorang muslim mengakui kelemahan diri sekaligus mengagungkan kebesaran-Nya.
Sementara itu, doa adalah permohonan dan harapan yang disampaikan seorang hamba kepada Tuhannya dengan penuh ketundukan.
Keutamaan berdoa setelah salat dijelaskan dalam hadis hasan dari Umamah Ra. dalam Hadis Riwayat At-Tirmidzi.
Waktu setelah salat termasuk momen yang mustajab, sehingga doa-doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan Allah SWT.
Oleh karena itu, dzikir dan doa setelah salat Isya menjelang tarawih sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja.
Pada dasarnya, dzikir dan wirid setelah salat Isya di bulan Ramadan tidak berbeda dengan dzikir pada waktu-waktu lainnya.
Namun, suasana Ramadan membuat amalan ini terasa lebih bermakna karena menjadi bagian dari rangkaian ibadah malam.
1. Membaca Istigfar
Setelah salam, umat Islam dianjurkan memulai dzikir dengan istigfar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.
أَسْتَغْفِرُ الله (3x)
Astaghfirullahal ‘adhîm.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”
Bacaan ini berlandaskan hadis riwayat Al Aghar Al Muzanni, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya hatiku tidak pernah lalai dari zikir kepada Allah, sesungguhnya aku beristigfar 100 kali dalam sehari,” (HR Muslim No. 4870).
Selain itu, terdapat istigfar versi panjang yang juga sering dibaca:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Mahahidup dan terus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya.”
2. Memuji Allah SWT
Dzikir berikutnya adalah memuji Allah SWT dengan doa yang diajarkan Rasulullah SAW:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan. Maha Berkah Engkau wahai Zat Yang Maha Mulia.”
(HR Muslim, sahih)
Pujian ini menegaskan bahwa segala keselamatan dan ketenangan bersumber dari Allah SWT.
3. Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Setelah memuji Allah, umat Islam dianjurkan membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali:
Amalan ini berdasarkan hadis riwayat Imam Malik dari Abu Hurairah Ra., di mana Rasulullah SAW menjelaskan bahwa dzikir ini dapat menghapus dosa meski sebanyak buih di lautan.
4. Membaca Lâ Ilâha Illallâh
Sebagai penutup dzikir, umat Islam dianjurkan membaca kalimat tauhid:
لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ…
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya…”
(HR Muslim)
Kalimat ini meneguhkan kembali keimanan sebelum melanjutkan ibadah tarawih.
Doa Setelah Salat Isya Menjelang Tarawih
Setelah dzikir, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa. Doa-doa yang dibaca mencakup pujian kepada Allah, salawat kepada Nabi Muhammad, permohonan keselamatan dunia-akhirat, hingga doa untuk orang tua.
Rangkaian doa yang dibaca, mulai dari basmalah, salawat, hingga penutup, merupakan doa-doa yang sarat makna.
Isinya mencakup permohonan keselamatan iman, kesehatan jasmani, keberkahan rezeki, husnul khatimah, hingga keselamatan dari siksa neraka.
Doa-doa ini menjadi bekal spiritual sebelum seorang muslim berdiri kembali menunaikan salat tarawih.***