
SERAYUNEWS – Memasuki hari ke-10 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan akhir Februari 2026, umat Islam kembali diingatkan untuk tidak hanya menjalankan puasa secara fisik, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual.
Setelah melewati sepertiga awal Ramadhan, momentum ini menjadi saat yang tepat untuk mengevaluasi kualitas ibadah sekaligus memperdalam keimanan kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca doa harian Ramadhan. Doa pada hari ke-10 berisi permohonan agar seorang hamba dijadikan termasuk golongan orang-orang yang bertawakal, memperoleh keberuntungan di sisi Allah, serta semakin dekat dengan-Nya berkat limpahan kebaikan dan rahmat-Nya.
Berikut bacaan doa Ramadhan hari ke-10 yang dapat diamalkan:
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي فِيهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِينَ عَلَيْكَ، وَاجْعَلْنِي فِيهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ، وَاجْعَلْنِي فِيهِ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِينَ
Latin:
Allahummaj‘alnî fîhi minal mutawakkilîna ‘alayka, waj‘alnî fîhi minal fâizîna ladayka, waj‘alnî fîhi minal muqarrabîna ilayka, bi ihsânika yâ Ghâyatath thâlibîn.
Artinya:
“Ya Allah, jadikan aku di dalamnya termasuk orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikan aku termasuk orang-orang yang beruntung di sisi-Mu, dan jadikan aku termasuk orang-orang yang dekat kepada-Mu dengan kebaikan-Mu, wahai Dzat yang menjadi tujuan segala harapan.”
Doa ini sarat makna. Tidak sekadar rangkaian lafaz, tetapi menjadi bentuk pengakuan bahwa manusia sepenuhnya bergantung kepada Allah dalam setiap urusan kehidupan.
Permohonan utama dalam doa ini adalah agar dijadikan sebagai hamba yang bertawakal. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha.
Dalam ajaran Islam, tawakal justru hadir setelah ikhtiar maksimal dilakukan. Seorang muslim tetap berusaha, bekerja, dan berjuang, namun hasil akhirnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah.
Di hari ke-10 Ramadhan, refleksi tentang tawakal menjadi penting. Puasa melatih kesabaran, menahan diri, serta mengendalikan hawa nafsu.
Ketika seseorang mampu menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, di situlah ia belajar bahwa kekuatan sejati datang dari pertolongan Allah.
Selain tawakal, doa ini juga memuat harapan agar tergolong orang-orang yang beruntung di sisi-Nya. Keberuntungan yang dimaksud bukan sekadar capaian duniawi, melainkan ridha, ampunan, dan keselamatan di akhirat.
Bagian akhir doa menekankan permohonan agar menjadi hamba yang dekat dengan Allah melalui kebaikan-Nya.
Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh rahmat dan ampunan. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.
Di fase awal Ramadhan, umat Islam biasanya mulai membangun ritme ibadah seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, sedekah, hingga memperbanyak dzikir.
Memasuki hari ke-10, konsistensi menjadi kunci. Doa ini seolah menjadi pengingat agar semangat ibadah tidak menurun.
Ramadhan juga disebut sebagai bulan yang mustajab untuk berdoa. Dalam berbagai kajian keislaman, dijelaskan bahwa Allah menjanjikan pengabulan doa bagi hamba-Nya yang memohon dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan.
Memasuki hari ke-10 ini, umat Islam diharapkan semakin mantap dalam menjalani ibadah. Doa Ramadhan hari ke-10 menjadi pengingat bahwa tujuan utama puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi membentuk pribadi yang lebih bertawakal, lebih dekat kepada Allah, serta meraih keberuntungan sejati di sisi-Nya.***