
SERAYUNEWS – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif meresmikan Kawasan Terpadu dan Kios Pasar Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Sabtu (13/6/2026). Kawasan yang dilengkapi 21 kios tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu mendorong perputaran dan laju perekonomian masyarakat desa sekitar
Bupati Fahmi mengatakan, inisiasi pembangunan kawasan terpadu tersebut diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat bagi desa. Selain menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, kawasan ini juga mempercantik tata ruang desa sekaligus menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Jadi inisiasi pembangunan kawasan terpadu ini mampu mendongkrak berbagai manfaat. Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, juga mempercantik tata ruang desa dan menjadi sumber pendapatan asli desa,” katanya.
Menurutnya, pembangunan Kawasan Terpadu Bantarbarang merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pengelolaan kawasan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat terus berkembang.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini agar nilai manfaat dari investasi yang telah dilakukan dapat terus dirasakan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kepala Desa (Kades) Bantarbarang, Mistrianti, menjelaskan bahwa pembangunan Kawasan Terpadu dan Kios Pasar Desa Bantarbarang dilakukan secara swadaya melalui skema Kerja Sama Bangun Guna Serah (BGS) dengan jangka waktu 15 tahun. Pembangunan tersebut melibatkan pihak ketiga tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
“Pembangunan dilakukan dengan mekanisme Kerja Sama Bangun Guna Serah dan melibatkan pihak ketiga, dan kami tidak memakai satu rupiah pun dana dari pemerintah,” jelasnya.
Keberadaan kawasan terpadu ini juga disambut positif oleh para pemanfaat kios. Salah satunya, Sudarjo, pedagang bakso yang memperoleh kios berukuran 6 x 4 meter lengkap dengan fasilitas toilet di dalamnya. Ia mengaku optimistis kawasan tersebut akan semakin ramai dan mampu meningkatkan pendapatannya.
“Saya sangat bersyukur mendapatkan kios ini. Harapannya, ke depan pengunjung di sekitar kawasan ini makin ramai,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, peresmian kawasan turut diramaikan dengan pengajian akbar yang menghadirkan Mumpuni Handayayekti dan diikuti ribuan masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar tersebut sekaligus menjadi gambaran potensi kawasan terpadu sebagai pusat kegiatan sosial, keagamaan, dan ekonomi yang dapat menghidupkan aktivitas masyarakat Desa Bantarbarang dan sekitarnya.