
PURWOKERTO, SERAYUNEWS-Rangkaian Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Universitas Terbuka (UT) Purwokerto diwarnai sesi berbeda dari biasanya. Komandan Kodim (Dandim) 0701/Banyumas, Letnan Kolonel Infanteri Edward Samosir, tampil membawakan materi seputar pentingnya karakter dan kedisiplinan bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia yang terus berubah.
Materi yang disampaikan berjudul “Mengembangkan Karakter dan Membentuk Kedisiplinan Mahasiswa Universitas Terbuka untuk Mewujudkan SDM Unggul dalam Menghadapi Era Disrupsi”. Meski judulnya terdengar berat, isi yang disampaikan justru dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami dan langsung menyentuh keresahan yang kerap dirasakan generasi muda saat ini: bagaimana caranya tetap relevan di tengah dunia yang berubah begitu cepat.
Dandim membuka materinya dengan menjelaskan istilah “era disrupsi”, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti kondisi tercabut dari akarnya. Sederhananya, banyak hal yang dulu dikerjakan secara manual kini bergeser sepenuhnya ke sistem digital dan otomatis, mulai dari proses administrasi perkantoran hingga lini produksi di berbagai industri.
Perubahan ini bukan tanpa dampak. Ia memaparkan data yang mengutip pandangan Chairul Tanjung pada 2018, bersumber dari World Economic Forum, yang menyebutkan bahwa otomasi diperkirakan menghilangkan sekitar lima juta lapangan pekerjaan dalam rentang lima tahun, terutama di sektor perkantoran, manufaktur, dan konstruksi. Namun di sisi lain, era ini juga membuka peluang kerja baru di bidang bisnis dan keuangan, manajemen, teknologi komputer, hingga arsitektur dan teknik. Artinya, tantangan sebenarnya bukan soal hilangnya pekerjaan, melainkan kesiapan setiap individu untuk terus mengasah kompetensi agar tetap relevan.
Dari situ, Dandim menyampaikan pesan utamanya kepada mahasiswa baru: di tengah persaingan yang semakin ketat, kemampuan akademik saja tidak lagi cukup untuk bertahan. Menurutnya, karakter dan kedisiplinan diri menjadi pembeda yang justru sulit digantikan oleh teknologi secanggih apa pun.
Karakter dijelaskan secara sederhana sebagai kebiasaan dan sikap yang membentuk cara seseorang berpikir serta bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Sementara disiplin digambarkan sebagai kemampuan menghargai dan menjalankan aturan secara konsisten, bahkan ketika tidak sedang diawasi. Menurut Dandim, kedua nilai tersebut bukan hanya berlaku di lingkungan militer, tetapi juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalani dunia kerja maupun dunia usaha kelak.
Materi ini terasa semakin relevan mengingat rekam jejak sang narasumber sendiri. Letkol Inf Edward Samosir memiliki pengalaman panjang di berbagai penugasan, mulai dari Poso, misi perdamaian PBB bersama Satgas Batalyon Komposit Garuda (BGC) XXXIX-F MONUSCO di Kongo, hingga sejumlah pendidikan dan latihan militer di Korea Selatan, Thailand, dan Australia. Pengalaman lintas negara tersebut membuat pesan yang disampaikannya tidak sekadar teori, melainkan bersumber dari pengalaman nyata menghadapi berbagai situasi dan perubahan.
Menutup sesi, Dandim mengajak mahasiswa baru untuk tidak khawatir menghadapi perubahan zaman, selama dibekali karakter yang kuat dan kebiasaan disiplin yang dijaga secara konsisten. “Kemampuan dan keterampilan bisa terus ditingkatkan, tetapi karakter dan disiplin adalah fondasi yang harus dibangun sejak sekarang,” pesannya kepada ratusan mahasiswa baru yang hadir.
Melalui sesi ini, OSMB UT Purwokerto menunjukkan bahwa bekal bagi mahasiswa baru tidak hanya berkisar pada pengenalan sistem akademik, tetapi juga wawasan yang dapat langsung diterapkan dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.