Kamis, 21 Oktober 2021

Dorong Pertumbuhan Sektor Wisata, Disporapar Cilacap Beri Pelatihan SDM Para Pengelola Desa Wisata

Disporapar berkerjasama dengan Komite Ekonomi Kreatif Cilacap menggelar pelatihan SDM Ekraf 2021. (Irfan)

Peningkatan pertumbuhan tempat wisata berbasis pengelolaan desa wisata tampaknya menjadi konsen tersendiri bagi Pemkab Cilacap. Hal itu seperti yang dilakukan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) baru-baru ini.


Cilacap, serayunews.com

Disporapar berkerjasama dengan Komite Ekonomi Kreatif Cilacap menggelar pelatihan SDM Ekraf 2021, yang diikuti oleh 30 pelaku Ekraf dan para pegiat Desa Wisata pada 22 sampai 23 September 2021.

Kepala Disporapar Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy Wijayanto mengatakan, kegiatan ini merupakan sebagai media pengembangan diri dari para pegiat desa wisata. Apalagi, desa wisata saat ini dinilai sebagai tempat rekreasi alternatif di masa pandemi Covid-19.

“Sehingga kami berharap, dengan kegiatan ini para peserta mempunyai kreativitas yang baik, sehingga perekonomian akan menjadi tumbuh,” katanya kepada serayunews.com, Kamis (23/9/2021).

Selain itu, lanjutnya, juga sebagai ajang komunikasi dan saling tukar pengalaman, tukar kreasi, serta diharapkan akan menjadi penyemangat bagi para peserta. Terlebih, geliat ekonomi kreatif termasuk desa wista di dalamnya, belakangan mulai bangkit kembali, seiring berkurangnya jumlah kasus pasien Covid-19.

“Jadi ini persiapan, nanti kalau tempat wisata sudah benar-benar dibuka pada saat PPKM Level 2, para pengelola desa wisata ini sudah siap dan dapat bertumbuh lagi,” tuturnya.

Apalagi, kata dia, selama ini para pelaku ekonomi kreatif merupakan salah satu yang paling terdampak PPKM, lantaran tidak diperbolehkan beroperasi yang mengakibatkan turunnya pendapatan mereka. Sehingga ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjawab persoalan tersebut.

“Sejauh ini sudah 5 tempat wisata yang sudah dibuka, nantinya akan berlanjut. Untuk itu pelatihan ini sangat berguna bagi para pegiat desa wisata dan pelaku Ekraf untuk menyambut dibukanya operasional tempat wisata,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini